Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

Polisi Sisir 3 Kafe di Jembrana! 14 Pekerja Dites Urine, Perang Narkoba Makin Panas

Polisi Sisir 3 Kafe di Jembrana! 14 Pekerja Dites Urine, Perang Narkoba Makin Panas
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | JEMBRANA, BALI – Perang terhadap narkotika di Kabupaten Jembrana kian digencarkan. Tiga tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Negara mendadak menjadi sasaran operasi gabungan aparat kepolisian dan Satpol PP, Sabtu (24/10/2026) malam. Belasan pekerja kafe diperiksa, barang bawaan digeledah, hingga tes urine dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Gempur rokok

 

Operasi yang menyasar Kafe Victoria di Kelurahan Lelateng serta Kafe BI dan Parivara di Desa Baluk tersebut menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Jembrana.

 

Meski pemeriksaan berlangsung di tiga lokasi, hasil operasi malam itu belum menemukan narkotika maupun barang terlarang lainnya. Sebanyak 14 pekerja tempat hiburan malam yang menjalani tes urine juga dinyatakan negatif.

 

Namun, nihilnya temuan bukan berarti pengawasan akan mengendur. Polres Jembrana menegaskan operasi serupa bakal terus digelar, termasuk menyasar lokasi lain yang berdasarkan pemetaan petugas dinilai berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

 

TIGA KAFE DISASAR, RUANGAN HINGGA BARANG BAWAAN DIPERIKSA

 

Operasi gabungan mulai bergerak sekitar pukul 22.30 WITA. Petugas menyambangi Kafe Victoria di Kelurahan Lelateng, kemudian melanjutkan pemeriksaan ke Kafe BI dan Parivara di Desa Baluk.

 

Personel Satresnarkoba dan Sidokkes Polres Jembrana bersama Satpol PP menyisir area kafe, memeriksa barang bawaan pengunjung dan pekerja, serta mengecek ruangan hall, kamar karaoke, dan fasilitas lainnya.

 

Petugas juga memberikan penjelasan kepada pengelola maupun pekerja mengenai tujuan operasi tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan tempat hiburan malam.

 

Dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan narkotika maupun barang terlarang lainnya. Hasil tes urine terhadap 14 pekerja juga seluruhnya negatif.

 

POLISI TEGASKAN OPERASI TAK BERHENTI DI TIGA KAFE

 

Kasat Resnarkoba Polres Jembrana AKP I Gusti Ngurah Made Dwi A. Kumara, seizin Kapolres Jembrana AKBP Cheery Sinta M. Simamora, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan langkah berkelanjutan dan tidak cukup hanya dilakukan melalui operasi sesaat.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan narkoba yang diarahkan untuk menekan peredaran gelap sekaligus mendorong pemulihan bagi pengguna yang membutuhkan penanganan.

 

“Malam ini ada tiga THM yang kami datangi dan akan kami lakukan terus secara masif. Jadi target kami adalah memulihkan pengguna, melumpuhkan bandar dan mewujudkan kampung bebas dari narkotik. Polisi bersama masyarakat,” tegas AKP Kumara.

 

Ia menjelaskan, kegiatan pemberantasan narkoba telah dilakukan selama sekitar satu bulan terakhir di sejumlah wilayah Jembrana. Sebelumnya, operasi menyasar kawasan Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, serta Kelurahan Sangkaragung dan Dauhwaru di Kecamatan Jembrana.

 

Pemeriksaan di Kecamatan Negara menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Menurut AKP Kumara, operasi di tempat hiburan malam telah dilaksanakan beberapa kali, sedangkan pemantauan terhadap lokasi yang dicurigai memiliki potensi peredaran narkoba dilakukan secara berkelanjutan.

 

TAK HANYA KAFE, KOS-KOSAN HINGGA HOTEL MASUK RADAR PENGAWASAN

 

Polres Jembrana juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak terbatas pada tempat hiburan malam. Rumah kos, penginapan, hotel, dan lokasi lain yang berdasarkan hasil pemetaan menunjukkan indikasi mencurigakan dapat menjadi sasaran pemeriksaan berikutnya.

 

AKP Kumara mengungkapkan, pihaknya menghadapi tantangan dalam menekan peredaran narkotika di wilayah Jembrana. Sejumlah perkara telah diproses secara hukum, termasuk kasus yang melibatkan kurir dan pengedar.

 

“Ada beberapa kami proses secara hukum, baik kurir maupun pengedar. Kami pastikan juga akan menyasar rumah kos, penginapan maupun hotel yang tentunya ada potensi mencurigakan,” pungkasnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya pemberantasan narkoba akan terus diperluas sesuai hasil pemetaan dan indikasi di lapangan.

 

HASIL NIHIL, PENGAWASAN TETAP DIPERKETAT

 

Hasil operasi di tiga kafe malam itu memang belum mengungkap temuan narkotika. Namun, aparat memastikan langkah pencegahan dan pengawasan tidak akan berhenti.

 

Bagi Polres Jembrana, pemberantasan narkoba bukan sekadar menemukan barang bukti atau menangkap pelaku. Upaya tersebut juga mencakup pencegahan, pengawasan lingkungan, penegakan hukum, serta pemulihan pengguna agar tidak terjerumus lebih jauh.

 

Dengan operasi yang terus diperluas, Polres Jembrana berharap ruang gerak jaringan peredaran narkotika semakin sempit dan masyarakat dapat berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.(Echa) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">