Cuaca
Memuat cuaca...
Polri

Tragedi Di Bukit Asah! Pemuda Klungkung Hilang Terseret Arus Saat Memancing, SAR Berpacu dengan Waktu

Tragedi Di Bukit Asah! Pemuda Klungkung Hilang Terseret Arus Saat Memancing, SAR Berpacu dengan Waktu
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | KARANGASEM, BALI – Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, menjadi saksi insiden tragis yang menimpa seorang pemuda asal Kabupaten Klungkung. I Kadek Agus Mahendra (21) dilaporkan terpeleset dari atas karang saat memancing, kemudian jatuh ke laut dan terseret arus hingga tenggelam, Minggu (25/10/2026).

Gempur rokok

 

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh dua rekannya. Namun, derasnya arus membuat korban tak berhasil dijangkau. Hingga Minggu sore, keberadaan Mahendra masih menjadi misteri. Tim SAR gabungan yang berjibaku melakukan pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

 

Operasi pencarian pun harus dilanjutkan pada Senin pagi dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan perairan yang diperkirakan menjadi titik tenggelamnya korban.

 

TERPELESET SAAT MEMANCING, UPAYA PERTOLONGAN TAK BERHASIL

 

Peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu, Mahendra bersama dua rekannya tengah memancing di atas karang kawasan Pantai Bukit Asah.

 

Namun, suasana memancing berubah menjadi kepanikan ketika sekitar pukul 09.30 WITA korban terpeleset dan jatuh ke laut. Korban kemudian terseret arus hingga tenggelam.

 

Kedua rekannya berusaha menyelamatkan Mahendra menggunakan bambu. Berbagai upaya dilakukan agar korban dapat menjangkau alat bantu tersebut, tetapi usaha itu tidak membuahkan hasil.

 

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui I Wayan Sukarya pada pukul 10.50 WITA.

 

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel SAR menuju lokasi kejadian.

 

TIM SAR BERGERAK CEPAT, PERAIRAN HINGGA KAWASAN TEBING DISISIR

 

Sebanyak tujuh personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan pada pukul 11.00 WITA. Sekitar 20 menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat.

 

Operasi pencarian dimulai pukul 11.45 WITA menggunakan perahu karet atau rubber boat, dengan tiga personel menyisir area perairan. Pada saat bersamaan, tim SAR darat melakukan penyisiran di sepanjang kawasan Pantai Pasir Putih.

 

Pencarian terus dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

 

Hingga pukul 14.30 WITA, korban belum ditemukan. Upaya penyisiran kembali dilanjutkan pada pukul 15.30 WITA dengan melibatkan dua personel.

 

Tak hanya mengandalkan pencarian secara visual, tim SAR juga mengerahkan Aqua Eye, perangkat sensor yang digunakan untuk membantu mendeteksi keberadaan objek di bawah permukaan air.

 

Namun, penggunaan perangkat tersebut belum membuahkan hasil. Tim SAR darat juga memantau kawasan sekitar tebing Bukit Asah guna memperluas area pencarian.

 

HINGGA PETANG NIHIL, OPERASI DILANJUTKAN SENIN PAGI

 

Waktu terus berjalan, tetapi keberadaan Mahendra belum berhasil diketahui. Setelah berbagai upaya penyisiran dilakukan, hingga pukul 17.30 WITA pencarian masih belum menemukan korban.

 

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, mengatakan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin pagi.

 

“Hingga pukul 17.30 Wita hasil pencarian masih nihil dan dilanjutkan besok pagi,” terang Handika, Minggu (25/10/2026).

 

Menurut Handika, selama operasi berlangsung tidak ditemukan kendala signifikan. Kondisi cuaca masih mendukung pergerakan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian.

 

Meski demikian, keberadaan korban yang belum ditemukan membuat upaya pencarian harus terus dioptimalkan, terutama di sekitar titik kejadian dan kawasan perairan yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam.

 

SAR GABUNGAN BERSATU DALAM MISI PENCARIAN

 

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Bakamla RI, Polsek Karangasem, Polairud Polres Karangasem, Polairud Pos Kubu, Polairud Pos Padangbai, Babinsa Desa Bugbug, Bhabinkamtibmas, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, hingga keluarga korban.

 

Sinergi lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pencarian, baik di perairan maupun di kawasan pesisir dan tebing.

 

Pada Senin pagi, tim SAR dijadwalkan kembali menyisir lokasi dengan mengoptimalkan sumber daya dan metode pencarian yang tersedia.

 

Di tengah operasi yang belum membuahkan hasil, harapan untuk menemukan Mahendra tetap menjadi fokus seluruh personel yang terlibat.

 

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas memancing di atas karang dan tebing pantai memiliki risiko tinggi, terlebih ketika kondisi arus laut berpotensi membahayakan keselamatan. Kewaspadaan dan perhatian terhadap kondisi perairan menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Echa) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">