Bupati Mojokerto Salurkan Bantuan Pertanian, Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), infrastruktur pertanian, serta sarana pendukung kepada kelompok tani. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto.





Bantuan yang disalurkan meliputi dua unit traktor roda empat senilai Rp753 juta, 27 unit pompa air senilai Rp246,645 juta, satu unit power thresher senilai Rp55 juta, dan satu unit combine harvester besar senilai Rp430 juta. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan tujuh unit Jalan Usaha Tani (JUT) senilai Rp770 juta, 29 unit irigasi perpompaan senilai Rp4,5153 miliar, satu unit bangunan konservasi air senilai Rp123 juta, satu unit irigasi perpipaan senilai Rp97 juta, serta 1.500 batang benih kopi robusta kepada tiga kelompok tani.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan kegiatan Pelatihan Pascapanen Tembakau dan Kemitraan yang berlangsung di Hotel Aston Mojokerto, Rabu (28/10) pagi. Berbagai bantuan itu ditujukan untuk mendukung pengolahan lahan dan proses panen, memperlancar akses menuju lahan pertanian, memenuhi kebutuhan air tanaman, serta mengembangkan potensi komoditas pertanian di Kabupaten Mojokerto.




Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barraa ini menyampaikan, ketersediaan sarana dan prasarana pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran dan efisiensi usaha tani. Melalui bantuan tersebut, petani diharapkan dapat mengurangi beban pekerjaan, menekan biaya produksi, dan menjaga produktivitas pertanian.




Gus Barraa juga mengingatkan kelompok tani penerima manfaat agar menjaga dan merawat bantuan yang telah diberikan serta mengatur pemanfaatannya secara jelas dan adil sesuai kebutuhan anggota kelompok. Pengelolaan yang baik dan perawatan berkala diperlukan agar seluruh sarana tersebut dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.




Selain itu, Dinas Pertanian diharapkan terus melakukan pendampingan dan pemantauan untuk memastikan bantuan berfungsi dengan baik. Pendampingan juga diperlukan agar petani dapat mengatasi kendala dalam pengoperasian alat maupun pemeliharaan sarana pertanian.
“Kita ingin bantuan ini memberikan hasil yang benar-benar dirasakan petani, mulai dari pekerjaan yang lebih efisien, hasil panen yang lebih baik, hingga peningkatan pendapatan,” ujar Gus Barraa.




Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sumber daya manusia dan memodernisasi sektor pertanian.




Menurutnya, pembangunan pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas petani, perbaikan kualitas hasil panen, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
Dalam kegiatan ini, pelatihan pascapanen tembakau dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hasil panen agar memenuhi standar industri. Penguatan kemitraan antara kelompok tani dan pihak industri juga menjadi perhatian, terutama untuk mendorong kepastian pasar, transparansi harga, serta mengurangi rantai pasok yang merugikan petani.
Sebelumnya, pelatihan budidaya tembakau dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) telah dilaksanakan pada 13 Oktober 2026.
Pelatihan pascapanen tembakau dan kemitraan ini diikuti 80 petani dari Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, dan Gedeg. Kegiatan tersebut juga melibatkan penyuluh pertanian dari empat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta narasumber dari PT AOI sebagai mitra kemitraan petani tembakau dan BRMP TAS.
Melalui penyaluran bantuan, pelatihan, dan penguatan kemitraan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap sektor pertanian semakin produktif, efisien, dan berdaya saing. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. (Mahmudah)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati