Cuaca
Memuat cuaca...
Pemerintahan

Sungai Kalimati Kembali Dipenuhi Sampah, Ipuk Bergerak! Alat Berat, Paranet dan CCTV Disiapkan

Sungai Kalimati Kembali Dipenuhi Sampah, Ipuk Bergerak! Alat Berat, Paranet dan CCTV Disiapkan
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Sungai Kalimati di Kecamatan Muncar kembali menghadapi persoalan serius. Setelah sempat bersih melalui aksi gotong royong lintas pihak, tumpukan sampah kembali mencemari aliran sungai. Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa persoalan sampah tak cukup diselesaikan dengan aksi bersih-bersih sesaat, melainkan membutuhkan sistem pengelolaan yang konsisten dan pengawasan berkelanjutan.

 

Merespons kondisi tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turun langsung meninjau kawasan Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (22/10/2026). Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kini menyiapkan langkah penanganan terpadu, mulai dari pengerahan alat berat, pemasangan pembatas, hingga pemantauan menggunakan kamera CCTV.

 

Penumpukan sampah yang kembali terjadi beberapa minggu setelah pembersihan sebelumnya menjadi perhatian serius. Kolaborasi Pemkab Banyuwangi, warga, Sungai Watch, dan sejumlah pihak memang sempat membuat kawasan tersebut bersih. Namun, kondisi itu belum bertahan lama.

 

Bagi Ipuk, situasi tersebut menjadi bukti bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan tenaga petugas dan kegiatan kerja bakti. Perubahan perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, serta pengawasan yang konsisten harus berjalan beriringan.

 

“Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai. Harus ada perubahan perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik, dan pengawasan bersama agar sampah tidak kembali menumpuk,” tegas Ipuk.

 

Sasar Aliran Sungai Sepanjang 1,6 Kilometer

 

Pemkab Banyuwangi menyiapkan rencana aksi komprehensif untuk menangani alur Sungai Kalimati sepanjang 1.645,82 meter. Program tersebut dirancang secara bertahap, tidak hanya mengangkut sampah yang sudah menumpuk, tetapi juga mencegah kebiasaan membuang sampah ke sungai terulang kembali.

 

Langkah awal dijadwalkan melalui kerja bakti massal pada Senin (26/10/2026). Pemerintah daerah akan mengerahkan alat berat dengan melibatkan warga, nelayan, dan perangkat setempat untuk membersihkan aliran sungai.

 

Sampah yang terkumpul akan diangkut menuju tempat pembuangan akhir yang sesuai. Bersamaan dengan itu, imbauan larangan membuang sampah sembarangan akan dipasang untuk memperkuat kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

 

“Pengerukan dan pengangkutan sampah akan dilakukan ke tempat pembuangan akhir yang sesuai. Kami juga akan memasang imbauan larangan membuang sampah sembarangan,” jelas Ipuk.

 

Paranet dan CCTV Disiapkan, Pengawasan Bakal Diperketat

 

Tak berhenti pada pengerukan, Pemkab Banyuwangi juga merancang pemasangan paranet di sepanjang bagian atas sungai untuk membatasi akses pembuangan sampah. Program ini ditargetkan berlangsung dalam rentang satu hingga enam bulan.

 

Selain itu, kamera CCTV akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memantau aktivitas di sekitar aliran sungai. Pengawasan ini diharapkan mampu menekan praktik pembuangan sampah sembarangan yang berpotensi membuat Sungai Kalimati kembali tercemar.

 

Ipuk menegaskan, warga yang kedapatan membuang sampah ke sungai akan diminta mengambil kembali sampah yang dibuangnya. Langkah tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama.

 

“Pemantauan melalui CCTV diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai. Warga yang ketahuan, akan kita minta untuk mengambil sampahnya di sungai kembali. Namun, yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai tetap bersih,” tutur Ipuk.

 

Libatkan Pabrik hingga Pemilik Tambak

 

Untuk memastikan program berjalan dalam jangka panjang, Pemkab Banyuwangi juga akan mendorong kesepakatan bersama melalui skema Banyuwangi Hijau. Pengelolaan sampah akan melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat, pabrik, dan pemilik tambak di sekitar kawasan sungai.

 

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun tanggung jawab bersama, sehingga penanganan sampah tidak hanya bertumpu pada pemerintah atau relawan saat kondisi sungai sudah terlanjur kotor.

 

Lebih jauh, Pemkab Banyuwangi ingin menjadikan kawasan Sungai Kalimati sebagai lingkungan yang sehat sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Jika kebersihan dan pengelolaannya terjaga secara konsisten, kawasan tersebut berpeluang dikembangkan menjadi pusat kuliner yang mampu menggerakkan perekonomian warga.

 

“Kita ingin Sungai Kalimati benar-benar bersih, lingkungannya sehat, dan masyarakatnya ikut menjaga. Kalau ini bisa kita lakukan bersama secara konsisten, kawasan ini bukan hanya terbebas dari sampah, tetapi juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner yang menggerakkan ekonomi warga,” pungkas Ipuk.

 

Kini, tantangan terbesar bukan sekadar mengangkat sampah dari Sungai Kalimati, melainkan memastikan sampah tidak kembali memenuhi alirannya. Keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengawasan, keterlibatan seluruh pihak, dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">