Cuaca
Memuat cuaca...
Pemerintahan

Santri Banyuwangi Siap Naik Kelas! Pemkab Bidik Generasi Pesantren Kuasai Bisnis Digital, Dari Konten Kreatif Hingga Cuan Afiliasi

Santri Banyuwangi Siap Naik Kelas! Pemkab Bidik Generasi Pesantren Kuasai Bisnis Digital, Dari Konten Kreatif Hingga Cuan Afiliasi
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Santri tak hanya dipersiapkan menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga didorong menjadi generasi mandiri yang mampu membaca peluang ekonomi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Momentum Hari Santri Nasional 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk membuka cakrawala baru bagi kalangan pesantren melalui pelatihan kewirausahaan digital.

 

Melalui program Entrepreneur Santri, sebanyak 100 santri dari 52 pondok pesantren di Banyuwangi mendapatkan bekal keterampilan bisnis digital, mulai dari strategi membuat konten media sosial yang menarik hingga memanfaatkan program afiliasi sebagai peluang usaha.

 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong santri agar tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak, kreatif, produktif, serta berani membangun usaha secara mandiri.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa santri perlu memiliki bekal yang menyeluruh sebelum terjun ke tengah masyarakat. Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami perkembangan teknologi dan peluang ekonomi baru.

 

“Santri hari ini harus memiliki bekal yang lengkap. Selain memperdalam ilmu agama, santri juga perlu memahami perkembangan dunia digital dan peluang ekonomi yang lahir darinya. Pengetahuan ini penting sebagai bekal ketika nanti mereka terjun di masyarakat,” ujar Ipuk.

 

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital telah membuka kesempatan usaha yang semakin luas. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk para santri, selama memiliki kemauan belajar, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

 

Pemkab Banyuwangi berharap pembekalan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang pelatihan, melainkan berkembang menjadi keterampilan nyata yang dapat digunakan untuk menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan memperkuat ekonomi masyarakat.

 

Belajar Membuat Konten Bernilai, Bukan Sekadar Mengejar Viral

 

Dalam pelatihan tersebut, Muhammad Tristan Azaria, seorang content creator, pengajar public speaking, sekaligus mentor Masjid Affiliate Al-Kahfi Bandung, membagikan pengalaman mengenai pentingnya pola pikir bertumbuh atau growth mindset bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan di dunia digital.

 

Menurut Tristan, keberanian untuk memulai menjadi salah satu modal penting. Santri tidak perlu menunggu seluruh kemampuan sempurna untuk menghasilkan karya pertama.

 

“Jangan bandingkan proses orang lain dengan diri sendiri yang sekarang jago dulunya juga amatir,” kata Tristan.

 

Ia juga menekankan bahwa konten yang berkualitas harus memiliki nilai atau value. Konten tidak cukup hanya menarik perhatian, tetapi harus memberikan manfaat bagi audiens, baik berupa informasi, pengetahuan, keterampilan, sentuhan emosional, maupun solusi atas persoalan tertentu.

 

Pesan ini menjadi penting di tengah persaingan media sosial yang semakin ketat. Kreator yang mampu menghadirkan konten bermanfaat memiliki peluang membangun kepercayaan dan menjangkau audiens secara lebih efektif.

 

Dari Casing HP hingga Sarung, Santri Bisa Memulai Bisnis Afiliasi

 

Peluang lain yang diperkenalkan kepada para peserta adalah affiliate marketing, model pemasaran yang memungkinkan seseorang memperoleh komisi dari penjualan produk melalui tautan atau mekanisme afiliasi.

 

Ade Apriansyah, afiliator TikTok asal Banyuwangi dengan status Level 6, menjadi salah satu pemateri yang membagikan pengalamannya membangun penjualan melalui platform digital.

 

Ia menjelaskan bahwa bisnis afiliasi relatif mudah dicoba oleh pemula karena pada umumnya tidak mengharuskan afiliator membeli dan menyimpan stok barang sendiri. Namun, keberhasilan tetap membutuhkan pemilihan produk yang tepat, strategi promosi, konsistensi membuat konten, dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.

 

Ade mengungkapkan bahwa salah satu produk andalannya adalah casing telepon genggam yang mampu terjual hingga ribuan unit setiap bulan.

 

Bagi para santri, ia menyarankan agar proses belajar dimulai dari produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti hijab, sarung, dan kebutuhan lainnya.

 

Pendekatan tersebut membuka gambaran bahwa peluang usaha digital tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Pengetahuan mengenai produk, kemampuan berkomunikasi, dan kreativitas dalam menyajikan konten dapat menjadi bekal awal untuk membangun usaha.

 

Meski demikian, penghasilan dari afiliasi tidak bersifat otomatis. Hasilnya bergantung pada penjualan yang berhasil, ketentuan program, komisi, serta kemampuan masing-masing kreator dalam menjangkau calon pembeli.

 

Kolaborasi Praktisi Digital Perluas Wawasan Santri

 

Selain Tristan dan Ade Apriansyah, kegiatan ini juga menghadirkan Anggrita Putra Utama, praktisi digital sekaligus pengelola Akun Masjid Affiliate Al-Kahfi Bandung, serta Vicky Hendri Kurniawan, afiliator asal Banyuwangi.

 

Kehadiran para praktisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai pendekatan dalam mengembangkan konten, membangun audiens, dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran.

 

Melalui pembekalan ini, para santri diharapkan mampu melihat media sosial bukan sekadar ruang hiburan, melainkan juga sarana belajar, berkreasi, menyebarkan informasi bermanfaat, dan mengembangkan potensi ekonomi.

 

Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperluas peran generasi pesantren. Dengan perpaduan ilmu agama, akhlak, kecakapan digital, dan jiwa kewirausahaan, santri Banyuwangi diharapkan mampu tampil sebagai generasi yang tidak hanya siap menghadapi perubahan zaman, tetapi juga ikut menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">