Wamenkes Terkesima! Banyuwangi Bikin Gebrakan Kesehatan Nasional, Puskesmas Bertransformasi Jadi Pusat Pencegahan Penyakit
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Inovasi pelayanan kesehatan Kabupaten Banyuwangi kembali mencuri perhatian pemerintah pusat. Bukan sekadar memberikan pengobatan bagi warga yang sakit, Banyuwangi dinilai berhasil membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih progresif, mulai dari pemeriksaan preventif berbasis teknologi hingga layanan jemput bola langsung ke rumah masyarakat.

Terobosan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus. Dalam kunjungan kerjanya ke Banyuwangi pada 24–25 Oktober 2026, Benjamin menilai berbagai inovasi yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi memiliki potensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.




Dua program yang menjadi sorotan utama adalah Mal Orang Sehat dengan dukungan dashboard kesehatan real time di puskesmas, serta program Jemput Bola Rawat Warga (Jempol Raga) yang menghadirkan pelayanan medis hingga ke rumah-rumah warga.
Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak harus selalu dimulai dari pembangunan fasilitas besar. Dengan inovasi, pemanfaatan teknologi, dan kepedulian terhadap masyarakat, pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih luas sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan sejak dini.




Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut positif apresiasi dari Wamenkes tersebut.
“Kita sangat bersyukur apa yang dilakukan di Banyuwangi diapresiasi oleh Wamenkes. Ini akan menjadi pemacu kita untuk terus mengembangkan layanan yang baik,” kata Ipuk, Selasa (27/10/2026).




Dashboard Real Time Bikin Wamenkes Terkejut
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian Benjamin adalah Simpus Wangi, dashboard kesehatan yang memungkinkan petugas memantau aktivitas pelayanan puskesmas secara real time.




Melalui sistem tersebut, data kunjungan masyarakat dapat dipantau secara langsung, mulai dari jumlah pasien yang datang, kondisi warga yang berobat, hingga masyarakat sehat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berdasarkan kelompok usia juga dapat dipantau melalui dashboard tersebut.
Saat meninjau Puskesmas Kabat, Benjamin mengaku terkesan dengan sistem yang diterapkan Banyuwangi.




“Super bagus. Saya sudah keliling Indonesia. Baru di sini yang punya dashboard kesehatan real time di setiap puskesmas. Sehingga kita tahu berapa kunjungan ke puskesmas, berapa yang sakit, dan berapa orang sehat yang datang. Dan ternyata lebih banyak orang sehat yang datang. Artinya program promotif preventifnya sudah jalan. Sangat membanggakan,” ujar Benjamin.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan tersendiri. Sebab, tingginya kunjungan warga sehat ke puskesmas menunjukkan adanya perubahan orientasi pelayanan kesehatan, dari yang semula identik dengan pengobatan menjadi lebih menitikberatkan pada pencegahan dan deteksi dini penyakit.




Banyuwangi bahkan telah merintis konsep Mal Orang Sehat sejak 2018, jauh sebelum program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Program prioritas Presiden, Cek Kesehatan Gratis, baru mulai tahun lalu. Ternyata di Banyuwangi sudah dimulai sejak 2018,” ungkap Benjamin.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer. Puskesmas tidak hanya menjadi tempat masyarakat mencari pengobatan, tetapi juga pusat edukasi, pemeriksaan rutin, dan pencegahan penyakit.
Jempol Raga, Negara Hadir Hingga ke Rumah Warga
Inovasi Banyuwangi tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi digital.
Program Jempol Raga menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan juga harus mampu menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses. Melalui program ini, petugas puskesmas secara rutin mendatangi rumah warga untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.
Lansia, penyandang disabilitas, masyarakat kurang mampu, serta pasien dengan penyakit menahun atau keterbatasan mobilitas menjadi kelompok yang mendapat perhatian khusus.
Bagi warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan, kehadiran petugas medis di rumah menjadi solusi nyata agar pelayanan kesehatan tetap dapat diakses.
Benjamin mengaku belum menemukan model pelayanan home care puskesmas seperti yang diterapkan Banyuwangi dalam kunjungannya ke berbagai daerah.
“Saya sudah keliling ke 29 provinsi dan lebih 150 kabupaten kota se-Indonesia. Ini (layanan home care oleh puskesmas) baru pertama kali saya lihat di Banyuwangi,” katanya.
Apresiasi tersebut disampaikan Benjamin saat memimpin apel kesiapan program Jempol Raga di Taman Blambangan, Minggu (25/10/2026).
Ia berharap inovasi Banyuwangi dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer, memperluas akses masyarakat, serta meningkatkan upaya pencegahan penyakit.
CKG Banyuwangi Tembus 779.635 Warga
Capaian Banyuwangi dalam menjalankan program Cek Kesehatan Gratis juga mendapat perhatian Wamenkes.
Hingga saat ini, program CKG di Banyuwangi telah menjangkau sebanyak 779.635 warga. Benjamin menilai tingginya capaian tersebut tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun pelayanan kesehatan yang dekat dengan warga.
“Kenapa Kabupaten Banyuwangi punya CKG tinggi dan bagus? Karena sudah terbiasa menolong warga,” ujar Benjamin.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi terus memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pencegahan sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan pengobatan tetap mendapatkan pelayanan optimal.
Melalui Mal Orang Sehat, masyarakat didorong untuk memanfaatkan puskesmas sebagai tempat pemeriksaan kesehatan rutin, konsultasi gizi, pengecekan tekanan darah dan gula darah, pengukuran berat serta tinggi badan, hingga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Adapun Jempol Raga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
“Setidaknya dalam lima tahun terakhir ada 50 ribu kunjungan rutin petugas ke rumah hingga ke pelosok-pelosok, terutama bagi warga kurang mampu dan lansia,” ujar Ipuk.
Apresiasi Wamenkes terhadap Banyuwangi menjadi momentum penting bagi penguatan pelayanan kesehatan daerah. Inovasi digital, pemeriksaan preventif, dan layanan home care menjadi kombinasi yang menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas bukan hanya tentang fasilitas, melainkan juga tentang bagaimana pemerintah hadir dan memastikan setiap warga mendapatkan haknya untuk hidup sehat.(silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati