Cuaca
Memuat cuaca...
Nasional

Gandrung Sewu Pecah Sejarah! Tari Kolosal Banyuwangi Gemparkan Malam, InJourney Pastikan Siap Kembali Mendukung

Gandrung Sewu Pecah Sejarah! Tari Kolosal Banyuwangi Gemparkan Malam, InJourney Pastikan Siap Kembali Mendukung
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Gemerlap malam Pantai Marina Boom menjadi saksi lahirnya sejarah baru dalam perjalanan seni dan budaya Banyuwangi. Gandrung Sewu 2026 tampil dengan wajah berbeda, memadukan kekuatan tradisi, kemegahan pertunjukan kolosal, serta kecanggihan teknologi dalam balutan konsep Glow in the Dark yang spektakuler.

Gempur rokok

 

Untuk pertama kalinya sejak digelar pada 2012, pagelaran Gandrung Sewu berlangsung pada malam hari. Tak hanya itu, pertunjukan tahun ini juga menghadirkan atraksi drone fireworks yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia, menciptakan perpaduan magis antara seni tari tradisional dan teknologi pertunjukan modern.

 

Gebrakan tersebut sukses menyedot perhatian publik. Puluhan ribu penonton memadati kawasan Pantai Marina Boom, Sabtu malam (24/10/2026), untuk menyaksikan langsung pertunjukan kolosal yang telah memasuki tahun ke-14 tersebut.

 

Di tengah kemegahan acara, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, tampil mengenakan kebaya putih, sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengenakan omprog khas penari Gandrung. Keduanya menjadi simbol kolaborasi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.

 

Maya Watono mengaku terkesan dengan konsep baru yang dihadirkan dalam Gandrung Sewu tahun ini. Menurutnya, inovasi tersebut mampu mengangkat kekayaan budaya Banyuwangi ke panggung yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

 

“Ini luar biasa, karena pertama kali diadakan di malam hari, dan juga pertama kali Glow in the Dark. Drone fireworks ini pertama kali di Indonesia. Kita ingin menarasikan Banyuwangi di mata Indonesia dan dunia,” kata Maya.

 

InJourney Siap Kembali Dukung Gandrung Sewu

 

Kesuksesan Gandrung Sewu 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.

 

Maya mengungkapkan, konsep pertunjukan malam hari bermula dari hasil kunjungan langsung ke lokasi acara. Potensi Pantai Marina Boom dan kekuatan para penari Gandrung dinilai sangat mendukung pengembangan konsep pertunjukan yang lebih dramatis dan memukau.

 

“Kami rasa Gandrung Sewu cocok kalau diadakan di malam hari dengan konsep Glow in The Dark,” tuturnya.

 

Lebih jauh, InJourney memastikan komitmennya untuk kembali mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu pada tahun mendatang.

 

“Pastinya InJourney siap mendukung. Karena di InJourney memiliki program InJourney Peduli Budaya, dan ini adalah inisiatif kami mempreservasi budaya-budaya Indonesia,” ungkap Maya.

 

Dukungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Gandrung Sewu memiliki daya tarik strategis dalam pengembangan pariwisata sekaligus pelestarian budaya Indonesia.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, pelaku seni, dan masyarakat, Gandrung Sewu diharapkan terus berkembang menjadi salah satu pertunjukan budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

 

Puluhan Ribu Penonton Tumpah Ruah, Jalan Menuju Marina Boom Dipadati Pengunjung

 

Antusiasme masyarakat terhadap Gandrung Sewu 2026 benar-benar luar biasa.

 

Sejak siang hari, ribuan orang telah berdatangan ke kawasan Pantai Marina Boom. Menjelang pertunjukan, kepadatan semakin meningkat hingga akses jalan menuju lokasi dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan langsung kemegahan tari kolosal tersebut.

 

Padatnya pengunjung bahkan membuat Bupati Ipuk Fiestiandani bersama sejumlah tamu undangan harus berjalan kaki menuju lokasi pertunjukan.

 

Situasi serupa dialami para pengisi acara, termasuk musisi Kunto Aji dan grup komedi Project Pop, yang turut terjebak kepadatan dan harus berjalan kaki menuju venue.

 

Fenomena tersebut memperlihatkan betapa besarnya magnet Gandrung Sewu sebagai agenda budaya dan pariwisata Banyuwangi.

 

Tak hanya menyedot perhatian penonton di lokasi, kemeriahan Gandrung Sewu 2026 juga menjangkau masyarakat luas melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Pemkab Banyuwangi.

 

Tercatat sekitar 200 ribu orang menyaksikan pertunjukan tersebut secara live streaming.

 

Angka itu menjadi gambaran besarnya daya tarik Gandrung Sewu, yang kini tidak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga menjelma sebagai pertunjukan budaya yang menjangkau publik digital.

 

Ipuk: Antusiasme Masyarakat Jadi Evaluasi untuk Lebih Baik

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Gandrung Sewu 2026.

 

Secara khusus, Ipuk menyampaikan penghargaan kepada InJourney, Pelindo, para penari, pelatih, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

 

“Terima kasih kepada InJourney, Pelindo, dan semua yang sudah membantu terselenggaranya Gandrung Sewu 2026. Khususnya para penari, pelatih, seniman, budayawan dan semuanya yang berkontribusi dalam kegiatan Gandrung Sewu ini,” kata Ipuk.

 

Di balik kemegahan pertunjukan, Ipuk juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum dapat masuk ke arena untuk menyaksikan Gandrung Sewu secara langsung.

 

Menurutnya, tingginya jumlah penonton menjadi bukti nyata kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Banyuwangi. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar penyelenggaraan berikutnya dapat berlangsung lebih baik, terutama dalam pengelolaan kapasitas penonton dan akses menuju lokasi.

 

“Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap Gandrung Sewu. Antusiasme yang begitu tinggi ini, menjadi bahan evaluasi kami agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Sekali lagi, kami mohon maaf pada warga yang tidak bisa menyaksikan Gandrung Sewu di lokasi karena penonton yang mencapai puluhan ribu,” tuturnya.

 

Gandrung Sewu 2026 menjadi bukti bahwa seni tradisional tidak harus terjebak dalam kemasan lama. Dengan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi, budaya lokal mampu tampil megah, memikat generasi muda, sekaligus menjadi kekuatan pariwisata yang membawa nama Banyuwangi semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.

 

Malam bersejarah di Marina Boom pun menjadi penanda bahwa Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan tari, melainkan panggung kebanggaan Banyuwangi yang terus tumbuh, berinovasi, dan mengukuhkan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">