Selamatkan Danau Ranu Pani dari Pendangkalan, PU SDA Jatim Siapkan Langkah Revitalisasi
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM | LUMAJANG – Upaya penyelamatan ekosistem dan pemulihan luasan Danau Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, memasuki tahap penting. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menaruh perhatian pada penanganan pendangkalan dan sedimentasi yang mengancam daya tampung air danau vulkanik di kaki Gunung Semeru tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, S.T., M.T., turun langsung meninjau sejumlah titik kritis sedimentasi pada Selasa (20/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk merumuskan strategi teknis revitalisasi, termasuk rencana pengerukan dasar danau.




Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sedimentasi berupa material tanah yang terbawa aliran air akibat erosi di kawasan lahan pertanian bagian atas diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat pendangkalan danau. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi volume tampungan air sekaligus memengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.
Penanganan yang terencana dinilai diperlukan agar upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada pengerukan material endapan, tetapi juga menyentuh faktor penyebab sedimentasi dari kawasan hulu.




Dalam kunjungan kerja tersebut, I Nyoman Gunadi didampingi Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Bondoyudo Baru Lumajang, Prabowo, S.T., M.T., beserta jajaran staf teknis pengairan. Sejumlah tokoh masyarakat dan sesepuh adat Suku Tengger setempat juga hadir untuk memberikan perspektif sosial dan budaya dalam rencana penataan kawasan danau.
Keterlibatan masyarakat adat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan. Pasalnya, Danau Ranu Pani tidak hanya memiliki fungsi ekologis dan hidrologis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat serta kawasan yang memiliki nilai budaya dan daya tarik wisata, " Ujar Prabowo.




Pasca-kunjungan lapangan ini, Dinas PU SDA Jatim mematangkan tiga sasaran utama penanganan teknis:




1. Percepatan Pengerukan Sedimen: Mengangkat tumpukan lumpur tebal secara bertahap menggunakan armada alat berat guna memulihkan daya tampung maksimal air danau.
2. Optimalisasi Kantong Lumpur (Sediment Trap): Merevitalisasi bak-bak penampung di jalur aliran lereng atas untuk menyaring material tanah agar tidak langsung mengendap ke dasar danau saat hujan.




3. Edukasi Konservasi Hulu: Membangun kolaborasi bersama petani lokal dan BBTNBTS dalam menerapkan pola tanam ramah lingkungan serta penguatan vegetasi penahan erosi di tepian danau
Selain itu, pengendalian erosi di kawasan hulu perlu menjadi perhatian agar material tanah tidak terus terbawa ke danau. Tanpa langkah pengendalian dari sumbernya, sedimentasi berpotensi kembali terjadi setelah pengerukan dilakukan.




Sinergi antara pemerintah provinsi, jajaran teknis pengairan, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Kepala UPT PSDA Wil
( uzi )
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati