28 Ribu Santri Banyuwangi Disasar Cek Kesehatan Gratis! Ipuk Fiestiandani: Santri Sehat, Masa Depan Bangsa Kuat
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI — Perhatian terhadap kesehatan generasi penerus bangsa menyentuh lingkungan pesantren. Menyambut Hari Santri Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar program cek kesehatan gratis (CKG) dengan sasaran fantastis, yakni 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren di seluruh Banyuwangi.
Program ini bukan sekadar pemeriksaan medis massal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun lingkungan pesantren yang sehat, produktif, dan mampu melahirkan generasi unggul, tanpa mengesampingkan pendidikan agama serta pembentukan akhlak.




Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau langsung pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (15/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kesehatan santri merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
“Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul. Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat,” ujar Ipuk.




Puluhan Ribu Santri Jadi Sasaran, Pemeriksaan Tak Sekadar Formalitas
Melalui program tersebut, para santri mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan yang mencakup sejumlah aspek penting. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin untuk mendeteksi kemungkinan anemia, pemeriksaan mata, hingga kesehatan gigi dan mulut.




Tim medis juga menyediakan konsultasi kesehatan untuk membantu mengidentifikasi masalah kesehatan, termasuk dugaan penyakit menular. Pemeriksaan penyakit tidak menular seperti diabetes dan kolesterol turut menjadi bagian dari layanan yang diberikan sesuai kebutuhan pemeriksaan.
Langkah ini penting untuk membantu mendeteksi gangguan kesehatan lebih dini. Sebab, kondisi tubuh yang sehat menjadi salah satu penunjang utama bagi santri dalam menjalani aktivitas belajar, menghafal, beribadah, dan mengikuti kegiatan pesantren sehari-hari.




Dengan sasaran 28 ribu santri di 45 pondok pesantren, program ini diharapkan memperluas akses layanan kesehatan bagi warga pesantren yang membutuhkan pemeriksaan dan pendampingan medis.
Tak Hanya Memeriksa, Santri Dibekali Edukasi Hidup Sehat




Pemkab Banyuwangi tidak hanya berfokus pada pemeriksaan individu. Tim medis juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, serta pemeriksaan sanitasi lingkungan pesantren.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan semata-mata tugas tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama seluruh penghuni lingkungan pesantren.




Santri, pengasuh, ustaz, ustazah, dan pengurus pondok diharapkan dapat membiasakan perilaku hidup sehat sekaligus menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan belajar.
Bagi mereka yang terindikasi mengalami masalah kesehatan, tim medis memberikan penanganan sesuai kondisi yang ditemukan. Pemantauan lanjutan juga akan dilakukan melalui puskesmas terdekat agar kebutuhan kesehatan warga pesantren dapat ditindaklanjuti.
“Melalui program cek kesehatan gratis diharapkan seluruh santri, ustaz, ustazah, dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan. Sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat, dan berdaya saing,” harap Ipuk.
Ipuk Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren
Bupati Ipuk menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Di lingkungan pesantren, para santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga ditempa untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, serta akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan akhlak, disiplin, dan kemandirian. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengasuh dan pengurus pesantren atas dedikasi dan pengabdiannya,” ungkapnya.
Kolaborasi pemerintah dan pesantren diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga pesantren, termasuk kesehatan, memperoleh perhatian yang memadai.
Hari Santri 2026 Banyuwangi Bakal Diwarnai Beragam Agenda
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Banyuwangi tidak hanya diisi dengan cek kesehatan gratis. Sejumlah agenda lain juga telah disiapkan untuk menyemarakkan peringatan yang jatuh pada 22 Oktober tersebut.
Rangkaian kegiatan meliputi Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Santri Mengajar pada 19 Oktober, Rembuk Santri pada 20 Oktober, Pelatihan Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta Santri Entrepreneur pada 22 Oktober.
Puncak peringatan akan ditandai dengan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026.
Beragam agenda tersebut menghadirkan ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, hingga mengenal peluang kewirausahaan.
Hari Santri bukan hanya momentum mengenang perjuangan, tetapi juga kesempatan memperkuat kualitas generasi pesantren. Melalui program pemeriksaan kesehatan dan rangkaian kegiatan edukatif, Banyuwangi mendorong lahirnya santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga sehat, mandiri, berdaya saing, dan siap mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa. (silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati