Cuaca
Memuat cuaca...
Pemerintahan

Tak Boleh Ada Lansia Terlantar! Bupati Ipuk Gebrak Banyuwangi dengan “Teman Lansia”

Tak Boleh Ada Lansia Terlantar! Bupati Ipuk Gebrak Banyuwangi dengan “Teman Lansia”
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Tak ingin ada warga lanjut usia (lansia) menjalani hari-hari dalam kesepian tanpa perhatian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan gerakan “Teman Lansia”. Program ini menjadi langkah serius Pemkab Banyuwangi untuk memastikan warga senior, terutama mereka yang hidup sebatang kara dan berasal dari keluarga kurang mampu, tidak terlewat dari jangkauan pelayanan pemerintah.

 

Gerakan tersebut diluncurkan langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (8/10/2026).

 

Melalui Teman Lansia, pemerintah tidak lagi hanya menunggu warga datang mengadu. Tim khusus akan bergerak turun ke lapangan, menyisir keberadaan lansia rentan, mengidentifikasi persoalan yang mereka hadapi, sekaligus memastikan kebutuhan tersebut tersambung dengan layanan pemerintah.

 

Bupati Ipuk menegaskan, masih terdapat lansia yang belum tersentuh berbagai program pemerintah. Kondisi inilah yang ingin diputus melalui gerakan Teman Lansia.

 

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk.

 

Program tersebut sekaligus memperkuat berbagai layanan yang selama ini telah berjalan, seperti Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, hingga pelayanan administrasi kependudukan.

 

Yang membedakan, Teman Lansia hadir sebagai penghubung langsung antara lansia dengan pemerintah. Tim akan mengidentifikasi kebutuhan masing-masing warga senior, mulai dari persoalan kesehatan, pangan, administrasi, hingga kebutuhan alat bantu.

 

Bahkan, bagi lansia miskin yang sakit namun belum memiliki jaminan kesehatan, pemerintah akan membantu mengupayakan kepesertaan melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun dukungan APBD.

 

“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan. Lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama dari lansia tersebut,” ujar Ipuk.

 

Bukan Sekadar Mendata, Tapi Turun Tangan

 

Teman Lansia melibatkan kekuatan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Camat, pemerintah desa/kelurahan, pilar-pilar sosial, kader PKK, organisasi lansia hingga karang taruna akan dilibatkan dalam gerakan tersebut.

 

Dengan pola ini, pemerintah berharap persoalan lansia dapat diketahui lebih dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berat.

 

Pemkab juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang tersedia akan dipadukan dengan temuan langsung di lapangan untuk memetakan lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

 

“Selain temuan di lapangan, tim juga dibekali data lansia di lingkup kerja mereka. Kami ingin lansia di Banyuwangi tertangani agar lebih berkualitas hidupnya,” tegas Ipuk.

 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi Puguh Widodo menjelaskan, Teman Lansia akan memprioritaskan lansia dengan tingkat kerentanan tinggi.

 

Identifikasi dilakukan berdasarkan laporan pilar-pilar sosial maupun data yang telah tersedia. Selanjutnya, petugas melakukan asesmen menggunakan formulir digital yang terhubung langsung dengan Dinas Sosial.

 

Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi masing-masing lansia.

 

“Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia ditindaklanjuti. Misalnya kalau memang butuh dikirim makanan harian, ataupun butuh alat bantu gerak. Nanti kami suport dari APBD atau menggerakkan elemen untuk membantu mereka,” terang Puguh.

 

Gerakan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia tidak berhenti pada pendataan administratif. Teman Lansia dirancang agar pemerintah benar-benar hadir di depan pintu warga senior yang membutuhkan.

 

Bagi Pemkab Banyuwangi, para lansia bukan sekadar angka dalam data kependudukan. Mereka adalah warga yang harus mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta kesempatan menjalani masa tua dengan lebih layak dan bermartabat.

 

Melalui Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi kini memperkuat benteng perlindungan sosial dari tingkat kabupaten hingga lingkungan masyarakat, dengan satu pesan utama: jangan sampai ada lansia rentan yang hidup sendiri dan luput dari perhatian pemerintah.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">