4.869 Warga Banyuwangi Kembali Menatap Dunia! Operasi Katarak Gratis Pemkab, PMI dan JFF Jadi Harapan Ribuan Keluarga
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Gelap yang selama ini membatasi pandangan, perlahan berganti menjadi harapan. Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi, dan John Fawcett Foundation (JFF), sebanyak 4.869 warga telah mendapatkan manfaat dari program operasi katarak gratis yang berlangsung sejak 2014.
Selama 12 tahun, program kemanusiaan tersebut menjadi tumpuan bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata tanpa harus terbebani biaya operasi.




Bukan sekadar tindakan medis, program ini membuka kesempatan bagi warga untuk kembali beraktivitas, melihat lingkungan sekitar dengan lebih baik, serta menjalani kehidupan dengan harapan baru.
Pada 13–18 Oktober 2026, layanan bakti sosial kesehatan mata kembali digelar. Sebanyak 817 warga tercatat mendaftar, dengan target sekitar 400–450 pasien menjalani operasi katarak.




Kegiatan dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Markas PMI Banyuwangi, Selasa (13/10/2026).
Kolaborasi Kemanusiaan, Membuka Jalan bagi Warga Kurang Mampu




Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi, gangguan penglihatan dapat menjadi persoalan besar. Aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga interaksi sosial bisa terganggu ketika penglihatan tidak lagi berfungsi optimal.
Kondisi inilah yang membuat pelayanan kesehatan mata gratis memiliki arti penting. Kolaborasi pemerintah daerah, PMI, JFF, tenaga medis, dan relawan berupaya memperluas akses pelayanan agar masyarakat yang membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh penanganan.




Bupati Ipuk Fiestiandani mengapresiasi konsistensi PMI Banyuwangi dan JFF yang telah mendampingi masyarakat melalui program tersebut selama bertahun-tahun.
“Terima kasih PMI dan John Fawcett Foundation yang konsisten memberikan layanan ini. Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berkelanjutan sehingga semakin banyak warga yang terbantu mendapatkan kembali penglihatannya,” kata Ipuk.




Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Ipuk juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas penglihatan.




Bukan Hanya Operasi Katarak, Ribuan Warga Mendapat Layanan Mata
Bakti sosial ini tidak hanya berfokus pada operasi katarak. Berbagai layanan kesehatan mata juga disiapkan untuk membantu masyarakat dengan kebutuhan berbeda.
Di antaranya pemeriksaan mata gratis bagi 1.500–2.000 orang, penanganan 800 pasien dengan gangguan refraksi, pembagian 500 botol obat mata, serta penggantian bola mata palsu atau protesa bagi 15–20 pasien.
Pelayanan tersebut melibatkan sembilan dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari Dinas Kesehatan, PMI, dan berbagai unsur lintas sektor.
Operasi dilaksanakan di dua lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.
Project Manager JFF, Komang Wardhana, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung upaya peningkatan kesehatan mata masyarakat Banyuwangi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan senantiasa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Banyuwangi,” ujarnya.
Agus Nurcahyo Dua Kali Operasi: Kini Giliran Mata Kiri
Di balik angka ribuan penerima manfaat, ada kisah warga yang merasakan langsung dampak program tersebut.
Agus Nurcahyo (53), warga Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi, mengaku telah dua kali menjalani operasi katarak melalui program gratis ini.
Lima tahun lalu, ia menjalani operasi pada mata kanan. Pada kegiatan tahun ini, giliran mata kirinya mendapatkan penanganan.
“Sekarang gantian yang kiri. Alhamdulillah sangat membantu dan gratis. Sekarang saya bisa melihat lagi dengan normal,” ungkap Agus.
Pengalaman Agus menjadi gambaran bagaimana akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dapat membantu masyarakat mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Bantuan Bola Mata Palsu Pulihkan Kepercayaan Diri Siti Aminah
Kisah lain datang dari Siti Aminah (25). Kecelakaan yang dialaminya saat masih kecil menyebabkan bola mata kirinya rusak dan tenggelam. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan fisik yang berdampak pula pada rasa percaya dirinya.
Melalui bakti sosial ini, Aminah mendapatkan bantuan bola mata palsu atau protesa. Baginya, bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan perubahan secara fisik, tetapi juga memberinya keberanian untuk kembali berinteraksi dengan orang lain tanpa terus dibayangi rasa minder.
“Senang sekali punya bola mata palsu. Jadi lebih percaya diri karena terlihat seperti orang normal lainnya. Selama ini, jujur saya minder karena mata saya cuma satu,” ujarnya.
Kisah Aminah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis. Dukungan yang tepat juga dapat membantu seseorang membangun kembali kepercayaan diri dan menjalani kehidupan sosial dengan lebih nyaman.
12 Tahun Mengabdi, Harapan untuk Lebih Banyak Warga
Perjalanan program operasi katarak gratis sejak 2014 memperlihatkan pentingnya kesinambungan kerja sama dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Capaian 4.869 warga yang telah terbantu menjadi catatan penting dari kolaborasi Pemkab Banyuwangi, PMI, dan JFF. Sementara pelaksanaan pada Oktober 2026 kembali membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan mata.
Ke depan, keberlanjutan program diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.
Di balik setiap tindakan medis, ada harapan yang diperjuangkan. Di balik setiap mata yang kembali dapat melihat, ada kehidupan yang berpeluang menjadi lebih baik. Inilah makna pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Banyuwangi.(silvi)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati