Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

Bukan Sekadar Pasar! Wajah Baru Pasar Banyuwangi Disulap Jadi Magnet Nongkrong Anak Muda, Vibes Heritage Bikin Ketagihan

Bukan Sekadar Pasar! Wajah Baru Pasar Banyuwangi Disulap Jadi Magnet Nongkrong Anak Muda, Vibes Heritage Bikin Ketagihan
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Siapa bilang pasar tradisional hanya identik dengan aktivitas jual beli sejak dini hari? Pasar Banyuwangi kini mematahkan anggapan tersebut. Usai direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2026, pasar bersejarah ini menjelma menjadi ruang publik yang memikat, terutama saat sore hingga malam hari.

 

Bukan hanya tempat berburu kebutuhan dapur, Pasar Banyuwangi kini menawarkan pengalaman berbeda. Perpaduan arsitektur khas Banyuwangi, pencahayaan hangat, aneka kuliner, serta suasana pusat kota menjadikan kawasan ini sebagai alternatif tempat nongkrong yang menarik bagi warga maupun wisatawan.

 

Fenomena ini menghadirkan wajah baru pasar rakyat. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi di saat bersamaan, masyarakat mendapatkan ruang untuk bersantai, menikmati makanan, berbincang bersama keluarga, hingga mengabadikan momen di sudut-sudut bangunan yang estetik.

 

Dari Berburu Sayuran hingga Berburu Suasana Estetik

 

Sejak pagi, denyut kehidupan Pasar Banyuwangi tetap didominasi aktivitas perdagangan. Warga datang silih berganti untuk membeli sayur-mayur, daging, ikan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

 

Namun, ketika sore menjelang, suasana mulai berubah. Kawasan pasar menjadi tempat yang lebih santai untuk menikmati kuliner dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

 

Sentuhan arsitektur yang terinspirasi rumah adat Osing berpadu dengan pencahayaan hangat, menciptakan suasana yang berbeda dari gambaran pasar tradisional pada umumnya. Trotoar luas di bagian depan yang dilengkapi deretan kursi juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk menikmati atmosfer pusat kota.

 

Tak heran jika Pasar Banyuwangi mulai menarik perhatian warga yang mencari tempat bersantai tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.

 

Reta, warga Kelurahan Sobo, merasakan langsung suasana tersebut ketika menghabiskan libur akhir pekan bersama suaminya pada Minggu (11/10/2026) malam.

 

“Suasananya hangat dan dirancang begitu nyaman. Vibes-nya seperti berwisata di luar kota. Kita di sini menikmati sajian ketan dan minuman hangat, suami juga bisa santai ngopi,” tuturnya.

 

Lantai Dua Jadi Daya Tarik, Panorama Kota Punya Cerita

 

Salah satu daya tarik Pasar Banyuwangi terletak di area lantai dua. Pada siang hingga sore hari, pengunjung dapat menikmati panorama kota dengan latar Pegunungan Ijen di sisi barat.

 

Ketika malam tiba, suasananya menawarkan pengalaman berbeda. Balkon lantai dua menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati pemandangan kota, lalu lintas kendaraan, dan gemerlap lampu yang menyelimuti kawasan sekitarnya.

 

Bagi pengunjung, pengalaman tersebut bukan sekadar menikmati makanan atau minuman. Ada suasana kota yang bisa dinikmati dengan lebih santai, menjadikan pasar ini sebagai pilihan alternatif untuk menghabiskan waktu selepas beraktivitas.

 

Daya tarik visual inilah yang ikut memperkuat citra baru Pasar Banyuwangi sebagai ruang publik yang ramah bagi berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

 

Bukan Cuma Estetik, Pasar Banyuwangi Menyimpan Jejak Sejarah Dunia

 

Di balik tampilannya yang semakin menarik, Pasar Banyuwangi memiliki nilai sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan kota.

 

Gerbang depan pasar merupakan bagian bangunan bersejarah yang bentuknya tetap dipertahankan. Keberadaan unsur lama di tengah penataan baru memberikan karakter tersendiri, sekaligus memperlihatkan bagaimana kawasan perdagangan dapat berkembang tanpa kehilangan identitas masa lalunya.

 

Tak jauh dari kawasan tersebut, terdapat Asrama Inggrisan, kompleks bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan jaringan telegraf internasional.

 

Pada 1871, kabel telegraf bawah laut menghubungkan jaringan komunikasi Eropa dan Australia, dengan Banyuwangi menjadi salah satu titik penting dalam jalur tersebut.

 

Kedekatan Pasar Banyuwangi dengan kawasan bersejarah ini membuka peluang bagi pengunjung untuk menikmati pengalaman yang lebih luas: bersantai, mencicipi kuliner, sekaligus mengenal jejak sejarah yang pernah menempatkan Banyuwangi dalam jaringan komunikasi dunia.

 

Perpaduan perdagangan, ruang publik, arsitektur, dan sejarah menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan tempat nongkrong biasa.

 

Viral di Media Sosial, Pengunjung dari Luar Daerah Ikut Penasaran

 

Daya tarik Pasar Banyuwangi juga menyebar melalui media sosial. Neneng, pengunjung asal Surabaya, mengaku tertarik datang setelah melihat video Pasar Banyuwangi yang ramai diperbincangkan di dunia maya.

 

“Awalnya tahu dari medsos karena tempatnya kelihatan sangat estetis. Setelah datang sendiri, ternyata memang asyik,” katanya.

 

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perubahan wajah pasar rakyat dapat membuka peluang baru bagi promosi destinasi lokal. Tempat yang sebelumnya dikenal sebagai pusat perdagangan kini juga memiliki potensi untuk menarik kunjungan masyarakat yang ingin menikmati suasana kota dan kekayaan sejarahnya.

 

Meski demikian, daya tarik jangka panjang tetap membutuhkan pengelolaan yang baik, kebersihan kawasan, kenyamanan pengunjung, serta keberlangsungan aktivitas para pedagang.

 

Ipuk: Pasar Rakyat Harus Tetap Hidup, Ruang Publik Juga Berkembang

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, wajah baru Pasar Banyuwangi diharapkan dapat memperluas fungsi pasar rakyat sebagai pusat kegiatan ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.

 

“Dengan tetap menghidupkan kegiatan perdagangan, pasar ini juga menjadi alternatif destinasi heritage yang memperkaya pengalaman warga maupun wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi,” kata Ipuk.

 

Transformasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan pusat kota. Pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi antara pedagang dan pembeli, tetapi juga ruang yang mempertemukan masyarakat, budaya lokal, kuliner, dan sejarah.

 

Pada akhirnya, daya tarik Pasar Banyuwangi terletak pada perpaduan dua dunia: denyut perdagangan tradisional yang terus hidup dan pengalaman ruang publik modern yang semakin diminati.

 

Pasar Banyuwangi kini punya cerita baru. Dari tempat berburu kebutuhan sehari-hari menjadi ruang menikmati kuliner, berburu suasana estetik, dan menelusuri jejak sejarah. Sebuah wajah baru pasar rakyat yang menawarkan pengalaman berbeda di jantung Kota Banyuwangi.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">