Jembatan Garit Jadi Sorotan! Sungai Badeng Meluap, Warga Alasmalang Panik Jelang Subuh
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Kepanikan melanda warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Senin (2/11/2026), menjelang waktu subuh. Debit air Sungai Badeng yang meningkat drastis setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Songgon, Singojuruh, dan sekitarnya pada Minggu malam (1/11/2026), menyebabkan air di kawasan Dam Garit meluap hingga mengancam permukiman warga.

Sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap, suara peringatan mendadak membangunkan masyarakat. Warga berhamburan keluar rumah setelah menerima informasi bahwa aliran Sungai Badeng di kawasan Dam Garit mulai meluap.




Situasi tersebut sontak memicu kepanikan. Trauma banjir bandang yang pernah menerjang kawasan Alasmalang beberapa tahun silam kembali menghantui masyarakat.
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi konstruksi Jembatan Garit yang memiliki penyangga di bagian tengah. Struktur tersebut diduga menjadi titik tersangkutnya material sampah dan ranting yang terbawa arus sungai, sehingga menghambat aliran air.




Akibat penyumbatan tersebut, air Sungai Badeng diduga tidak dapat mengalir secara optimal. Debit yang terus meningkat akhirnya mendorong air meluap ke jalan dan kawasan permukiman warga.
Jelang Subuh, Warga Saling Membangunkan




Toni, salah satu tokoh masyarakat setempat, menceritakan detik-detik mencekam ketika informasi luapan air Dam Garit diterimanya sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurutnya, setelah mendapatkan informasi dari saudaranya mengenai peningkatan debit air Sungai Badeng, ia segera mengambil langkah untuk memperingatkan warga.




Kondisi yang dinilai berpotensi semakin membahayakan membuat Toni berinisiatif menyampaikan peringatan melalui pengeras suara masjid. Warga pun saling membangunkan tetangga agar segera keluar rumah dan mengantisipasi kemungkinan terburuk.
"Kronologisnya begini, Mas. Pada sekitar menjelang waktu subuh, warga masih tidur. Saya ditelpon oleh saudara yang menginformasikan debit air Sungai Badeng atau Dam Garit meluap. Ternyata penyebabnya adalah kolom jembatan tersumbat material. Karena kondisi yang menurut saya mengkhawatirkan dan bisa lebih parah, maka segera woro-woro kepada warga melalui masjid. Saat itu pula warga saling membangunkan tetangganya untuk keluar rumah," cerita Toni, Senin (2/11/2026).




Kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah terkait potensi ancaman banjir ketika debit sungai meningkat dan aliran air terhambat.
Camat dan BPBD Banyuwangi Turun ke Lokasi




Mengetahui kejadian tersebut, sejumlah pemangku wilayah langsung melakukan peninjauan ke lokasi.
Camat Singojuruh, Iwan Yos Sugiharto, S.Sos., M.Si., bersama jajaran terkait mendatangi kawasan Dam Garit untuk melihat secara langsung kondisi luapan air dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Tidak berselang lama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi, Partana, S.AP., M.Si., juga tiba di lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, kondisi Jembatan Garit menjadi salah satu perhatian penting, terutama terkait konstruksi penyangga tengah yang diduga menjadi tempat tersangkutnya material bawaan sungai.
Dari hasil komunikasi di lokasi dengan Koordinator Tagana Kabupaten Banyuwangi, Dedy Utomo, muncul rekomendasi agar konstruksi Jembatan Garit menjadi perhatian serius dan dikaji untuk dilakukan perubahan.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mengantisipasi kejadian serupa, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu dan debit Sungai Badeng meningkat secara signifikan.
Selain itu, Dedy Utomo juga menyampaikan inisiatif pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Alasmalang sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Kades Alasmalang: Jika Jembatan Tak Diubah, Warga Sulit Tenang
Kepala Desa Alasmalang, H. Abdul Munir, yang juga menjabat sebagai Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Singomanjuruh, menyampaikan bahwa material sampah yang menyumbat bagian jembatan akhirnya berhasil diatasi.
Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada penanganan darurat semata.
Ia menegaskan bahwa perubahan konstruksi Jembatan Garit menjadi harapan besar masyarakat Alasmalang agar ancaman luapan air tidak terus berulang setiap kali debit sungai meningkat.
"Alhamdulillah material sampah yang tersangkut di kolom jembatan bisa diatasi. Andai itu tidak teratasi, kami tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi, Mas. Intinya, kalau konstruksi Jembatan Garit ini tidak diubah, warga Alasmalang tidak bisa hidup tenang karena trauma peristiwa banjir bandang beberapa tahun yang lalu, Mas," ungkap H. Abdul Munir.
Ia juga berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat segera memberikan perhatian terhadap kondisi Jembatan Garit, termasuk merealisasikan perbaikan infrastruktur yang dinilai mendesak.
"Harapan kami, semoga dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi atau Pusat segera merealisasikan perbaikan Jembatan Garit ini," pungkasnya.
Jangan Tunggu Bencana Besar Kembali Terjadi
Peristiwa luapan air Dam Garit menjadi alarm bagi semua pihak bahwa persoalan infrastruktur sungai dan jembatan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi Jembatan Garit, normalisasi aliran sungai apabila diperlukan, serta penguatan sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana.
Sebab, bagi warga Alasmalang, persoalan ini bukan sekadar tentang air sungai yang meluap. Lebih dari itu, ini menyangkut keselamatan jiwa, rasa aman, dan trauma masyarakat yang pernah menghadapi bencana banjir bandang.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret dan terukur sebelum ancaman serupa kembali datang.
(Dw81)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati