Pagar Keagungan Warisan Leluhur! Wawali Denpasar Hadiri Pasupati Pusaka Di Panjer, Tradisi Sakral Bali Terus Dijaga
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | DENPASAR, BALI – Di tengah derasnya perkembangan zaman, menjaga kesakralan warisan leluhur menjadi tanggung jawab bersama. Semangat itulah yang tercermin dalam pelaksanaan upacara Pasupati Pusaka yang dirangkaikan dengan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa, Banjar Kangin, Desa Adat Panjer, Rabu (4/11/2026).

Upacara yang berlangsung bertepatan dengan Rahina Pagerwesi tersebut berjalan khidmat dan penuh makna. Kehadiran Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan adat, tradisi, dan warisan budaya Bali.




Momentum sakral ini bukan sekadar pelaksanaan ritual keagamaan, melainkan juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual serta menghormati peninggalan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Panitia, I Wayan Ariawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pujawali kali ini dirangkaikan dengan upacara Pasupati Pusaka sebagai bentuk bhakti dan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.




Prosesi Pasupati Pusaka dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sakti Tlabah dari Griya Tlabah, Batu Bidak, Kerobokan.
Menurut Ariawan, upacara tersebut memiliki arti penting bagi keluarga besar dan krama pengempon, khususnya dalam menjaga kesucian serta keberadaan pusaka peninggalan leluhur.




“Kita bersyukur hari ini upakara berjalan lancar dengan harapan dapat memberikan kerahayuan bagi krama pengempon,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat Bali.




Terlebih, pelaksanaan upacara yang bertepatan dengan Rahina Pagerwesi memiliki pesan spiritual mendalam, yakni memperkuat sraddha dan bhakti serta menjaga nilai-nilai kebenaran dan keluhuran ajaran agama.
Ia berharap tradisi seperti ini tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus hidup dan dipahami oleh generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Bali.




“Semoga melalui pujawali ini dapat memberikan kesejahteraan serta kesehatan bagi seluruh krama pengempon, dan warisan leluhur dapat senantiasa dijaga kesakralannya,” ungkapnya.
Pelaksanaan Pasupati Pusaka dan Pujawali ini menjadi pesan kuat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak harus mengikis akar tradisi. Justru, kekuatan adat, budaya, dan spiritualitas merupakan identitas yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.




Menjaga pusaka bukan sekadar merawat peninggalan leluhur, tetapi juga menjaga kehormatan sejarah, spiritualitas, dan jati diri Bali. (Tim)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati