Cuaca
Memuat cuaca...
Opini

SERAGAM RAPI, KEHORMATAN BANYUWANGI JANGAN KAU GADAIKAN DEMI NOTA PALSU! DAN PROYEK FIKTIF

SERAGAM RAPI, KEHORMATAN BANYUWANGI JANGAN KAU GADAIKAN DEMI NOTA PALSU! DAN PROYEK FIKTIF
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

Herman Sjahthi, S.H., M.Pd., M.Th., CBC.

(Pemerhati Transparansi & Akuntabilitas Banyuwangi)

Gempur rokok

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Seragam yang melekat di tubuh seorang pejabat bukan sekadar simbol jabatan, melainkan representasi kehormatan, integritas, dan tanggung jawab kepada negara serta rakyat. Namun, sungguh ironis apabila atribut kehormatan itu hanya menjadi kemasan formalitas, sementara moralitas dan profesionalitas justru kehilangan substansinya. Jabatan publik bukan panggung untuk mempertontonkan kekuasaan, apalagi ruang untuk menyembunyikan praktik manipulasi administrasi.

 

Kepada para pejabat di Banyuwangi, jangan pernah menganggap selembar nota sebagai kertas biasa yang dapat direkayasa sesuka hati demi membenarkan sebuah transaksi atau pertanggungjawaban anggaran, bahkan jngan membodohi rakyat dengan proyek-proyek fiktif, juga menumpuk harta dengan membangun kos-kosan dua lantai, Jika benar terdapat praktik penggunaan nota palsu, manipulasi bukti belanja, atau rekayasa laporan keuangan, maka persoalannya bukan lagi sekadar kesalahan administratif, melainkan menyangkut integritas birokrasi dan pertanggungjawaban hukum. Uang yang dikelola pemerintah bukan milik pribadi pejabat, melainkan uang rakyat yang setiap rupiahnya wajib dipertanggungjawabkan.

 

Jangan berlindung di balik seragam, pangkat, jabatan, kedekatan politik, ataupun jaringan kekuasaan. Publik tidak membutuhkan pejabat yang pandai merangkai pembelaan, tetapi membutuhkan aparatur yang jujur, transparan, dan berani mempertanggungjawabkan setiap keputusan. Kekuasaan tanpa integritas adalah ancaman bagi demokrasi, sedangkan birokrasi tanpa akuntabilitas hanyalah mesin kekuasaan yang kehilangan legitimasi moralnya.

 

Ingat, kehormatan seorang pejabat tidak diukur dari seberapa rapi seragam yang dikenakan, seberapa tinggi kursi yang diduduki, atau seberapa besar anggaran yang dikelola. Kehormatan diukur dari keberanian menjaga kejujuran ketika tidak ada yang mengawasi. Jangan sampai seragam yang seharusnya menjadi lambang pengabdian justru berubah menjadi kostum untuk menutupi kebobrokan. Rakyat mungkin tidak selalu memiliki akses terhadap dokumen di balik meja kekuasaan, tetapi rakyat memiliki hak untuk menuntut transparansi dan kebenaran.

 

*Seragam boleh rapi, jabatan boleh tinggi, fasilitas boleh mewah, tetapi integritas jangan sampai murah! Jangan gadaikan kehormatan negeri demi nota palsu, jangan korbankan kepercayaan rakyat demi keuntungan sesaat. Banyuwangi tidak kekurangan orang yang pandai menduduki jabatan; Banyuwangi membutuhkan pejabat yang memiliki keberanian moral untuk menjaga amanah. Sebab pada akhirnya, jabatan akan berakhir, seragam akan dilepas, tetapi pertanggungjawaban atas setiap perbuatan tidak akan pernah bisa dihindari.*

 

HS.

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">