OPINI PUBLIK INDONESIA BUKAN MILIK PEJABAT SERAKAH DAN KORUP Tapi Indonesia Milik Semua Masyarakat
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
*Oleh: Lian Jurnalis*

Jangan pernah salah.




RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | Indonesia ini bukan warisan dari bapaknya pejabat. Indonesia ini bukan tanah milik segelintir orang yang duduk di kursi empuk di Jakarta dan raja kecil diberbagai daerah. Indonesia ini dibangun dari darah, para pejuang yang gugur terdahulu. petani di sawah, keringat buruh di pabrik, air mata ibu-ibu di pasar, dan doa anak-anak di pelosok Indonesia.
Tapi apa yang terjadi hari ini?




Opini publik seolah-olah sudah dibeli. Media dibungkam dengan iklan. Buzzer dibayar untuk memuja pejabat korup seolah-olah mereka pahlawan. Rakyat yang berteriak jujur dibilang provokator. Rakyat yang mengadu dibilang hoaks. Rakyat yang kritik dibilang anti-pemerintah.
Padahal, pejabat itu siapa? Pejabat itu pelayan.




Bukan tuan.
Gaji mereka dari pajak rakyat. Mobil dinas mereka dari uang rakyat. Fasilitas mereka dari keringat rakyat. Kalau tidak ada rakyat, tidak ada pejabat. Kalau tidak ada rakyat, tidak ada Indonesia.
*1. Pejabat Serakah Itu Lupa Diri*




Lihat kasus 3 Jenderal yang baru ditangkap karena diduga menyadap Presidennya sendiri. Itu contoh paling telanjang.
Ketika kekuasaan sudah dianggap milik pribadi, maka Presiden pun dianggap bisa disadap.
Rakyat pun dianggap bisa diintai.




Hukum pun dianggap bisa dibeli.
Itulah penyakit pejabat serakah. Mereka lupa, jabatan itu titipan, bukan warisan.
Hari ini bintang di pundak, besok bisa borgol di tangan.




*2. Pejabat Korup Itu Perampok Berdasi*
Koruptor bukan orang pintar. Koruptor adalah perampok yang pakai dasi.
Bedanya, perampok di jalan merampok satu orang, koruptor di kantor merampok jutaan orang. Merampok hak anak sekolah untuk dapat buku, merampok hak orang sakit untuk dapat obat, merampok hak rakyat kecil untuk dapat jalan yang bagus.
Dan yang paling jahat, mereka merampok harapan. Mereka membuat rakyat percaya bahwa semua pejabat sama busuknya. Padahal tidak. Masih banyak polisi jujur, masih banyak jaksa jujur, masih banyak wartawan jujur, masih banyak rakyat yang jujur.
*3. Indonesia Milik Semua Masyarakat*
Kalau Indonesia milik semua masyarakat, maka opini publik tidak boleh dikuasai oleh pejabat serakah dan korup.
Opini publik milik petani yang sawahnya dirampas mafia tanah. Milik buruh yang upahnya tidak dibayar.
Milik wartawan yang berani menulis kebenaran meski diancam. Milik emak-emak yang teriak harga beras naik. Milik mahasiswa yang demo di jalan.
Ini pesan untuk semua pejabat: Jangan kira rakyat diam berarti rakyat bodoh. Rakyat sedang mencatat. Rakyat sedang merekam.
Dan ketika rakyat sudah bicara, tidak ada buzzer yang bisa menghentikannya.
Tidak ada uang yang bisa membeli suara nurani.
PO BOX 5000 dulu hidup karena Presiden Soeharto mau mendengar rakyat langsung. Commander Wish Polri hari ini hidup karena Kapolri mau polisi kembali bersama masyarakat.
Artinya, kekuasaan yang benar itu selalu kembali ke rakyat.
*Penutup:*
Indonesia bukan milik pejabat serakah dan korup. Indonesia bukan milik mereka yang menyadap, mengintai, dan mencuri.
Indonesia milik tukang becak, milik tukang ojek, milik guru honorer, milik nelayan, milik santri, milik semua masyarakat yang masih cinta negeri ini dengan tulus.
Kalau pejabat lupa itu, biarlah rakyat yang mengingatkan.
Karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Dan suara Tuhan tidak pernah bisa dibungkam oleh jabatan dan uang.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati