Cuaca
Memuat cuaca...
Umum

UNESCO Kembali Akui Kehebatan Geopark Ijen! 12 Dewan Kompak Beri Green Card, Banyuwangi-Bondowoso Mendunia

UNESCO Kembali Akui Kehebatan Geopark Ijen! 12 Dewan Kompak Beri Green Card, Banyuwangi-Bondowoso Mendunia
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Kabar membanggakan datang dari panggung internasional! Geopark Ijen kembali membuktikan kualitasnya sebagai kawasan warisan geologi dunia setelah berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan meraih Green Card atau Kartu Hijau.

Gempur rokok

 

Keputusan penting tersebut ditetapkan dalam Sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada 3 November 2026.

 

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan kawasan Geopark Ijen dinilai mampu memenuhi standar internasional sekaligus menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang diberikan UNESCO sejak penetapan pertamanya pada 2023.

 

Menariknya, keputusan mempertahankan status tersebut mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota Dewan UGG. Sebanyak 12 anggota dewan sepakat memberikan Green Card kepada Geopark Ijen tanpa perdebatan.

 

General Manager Geopark Ijen, Abdillah Baras, menyampaikan rasa syukur atas hasil revalidasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso tersebut.

 

"Alhamdulillah, 12 dewan sepakat untuk memberikan Green Card. Mereka semua unanimous (sepakat) menyatakan Geopark Ijen lolos proses revalidasi. Tanpa ada perdebatan," ungkap Abdillah.

 

DI ANTARA 60 GEOPARK DUNIA, IJEN CATAT HASIL MEMBANGGAKAN

 

Capaian Geopark Ijen semakin istimewa karena harus bersaing dalam proses revalidasi bersama sekitar 60 geopark dari berbagai negara di dunia.

 

Menurut Abdillah, Geopark Ijen termasuk kawasan yang memperoleh rekomendasi perbaikan paling sedikit dibandingkan geopark lainnya yang menjalani proses penilaian tahun ini.

 

"Bahkan, di antara 60 geopark di seluruh dunia yang menjalani proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen yang paling sedikit mendapatkan rekomendasi dibanding geopark yang lain. Kami semua sangat bersyukur," jelasnya.

 

Sebelumnya, pada Agustus 2026, Geopark Ijen telah menjalani penilaian langsung oleh asesor UNESCO.

 

Proses evaluasi tersebut tidak hanya melihat keunikan dan keindahan bentang alam, tetapi juga mengukur kualitas tata kelola kawasan, perlindungan lingkungan, konservasi, pendidikan, hingga kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Artinya, pengakuan internasional ini bukan semata-mata karena keindahan alam Ijen, melainkan juga keberhasilan membangun pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

 

IPUK: GREEN CARD ADALAH KEBANGGAAN SEKALIGUS TANGGUNG JAWAB

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut gembira keberhasilan Geopark Ijen mempertahankan pengakuan UNESCO tersebut.

 

Menurut Ipuk, capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola geopark, komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat yang selama ini ikut menjaga kawasan Ijen.

 

"Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Green Card ini menunjukkan bahwa upaya menjaga dan mengelola Geopark Ijen telah diakui di tingkat dunia. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut merawat kekayaan alam dan budaya di kawasan Ijen," ujar Ipuk.

 

Ipuk menegaskan, status UNESCO Global Geopark bukan sekadar label prestisius atau pengakuan internasional. Lebih dari itu, predikat tersebut merupakan amanah besar untuk terus menjaga kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, kelestarian lingkungan, serta warisan budaya yang dimiliki kawasan Ijen.

 

Dia juga mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso untuk tidak terlena dengan keberhasilan tersebut.

 

"Selamat untuk seluruh masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso. Predikat sebagai UNESCO Global Geopark ini harus kita jaga bersama. Semoga Geopark Ijen tetap lestari serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

 

PENGAKUAN DUNIA HARUS BERBUAH KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

 

Keberhasilan mempertahankan Green Card UNESCO menjadi modal penting bagi Geopark Ijen untuk semakin memperkuat posisinya di tingkat internasional.

 

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pengakuan dunia tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

 

Pelestarian alam harus berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal.

 

Geopark Ijen bukan hanya kebanggaan Banyuwangi dan Bondowoso, tetapi juga kekayaan Indonesia yang harus dijaga bersama.

 

Dari Paris, pengakuan dunia kembali datang. Kini, tugas seluruh elemen masyarakat adalah memastikan keindahan dan kekayaan Ijen tetap lestari serta menjadi sumber kesejahteraan bagi generasi mendatang. (silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">