Cuaca
Memuat cuaca...
Pemerintahan

Bukan Cuma Mengaji! Santri Banyuwangi Suarakan Masa Depan, Pemkab Ditantang Hadirkan Solusi Nyata

Bukan Cuma Mengaji! Santri Banyuwangi Suarakan Masa Depan, Pemkab Ditantang Hadirkan Solusi Nyata
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

RADARBLAMBANGANNEWS. COM, | BANYUWANGI – Suara dari balik tembok pesantren kini mendapat panggung. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar forum Rembug Santri sebagai ruang bagi generasi pesantren untuk menyampaikan kegelisahan, melontarkan gagasan, hingga menagih perhatian terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.

 

Forum yang berlangsung di Aula Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Selasa (20/10/2026), menjadi momentum penting untuk mempertemukan aspirasi santri dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

 

Bukan sekadar forum diskusi, Rembug Santri menjadi ruang bagi para generasi muda pesantren untuk berbicara terbuka tentang masa depan mereka. Mulai dari keterampilan digital, fenomena sound horeg, ancaman narkoba, hingga persoalan bullying dan kekerasan di lingkungan pondok pesantren.

 

Sebanyak 50 santri dari 15 pondok pesantren di Banyuwangi ambil bagian dalam forum tersebut. Mereka menyampaikan pandangan dan usulan yang mencerminkan tantangan nyata generasi pesantren di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa suara santri harus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah perlu mendengar langsung hambatan yang dihadapi kalangan pesantren agar kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan mereka.

 

Ipuk juga menyoroti pentingnya membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan pesantren untuk mengembangkan potensi dan meniti karier di berbagai bidang strategis.

 

“Lewat forum ini, kami berikan ruang kepada para santri untuk speak-up, mengungkapkan uneg-uneg, serta harapan mereka. Sehingga, pemerintah daerah tahu apa yang sebenarnya menjadi kendala untuk kemudian kita carikan solusinya,” ujar Ipuk.

 

Santri Minta Dibekali Keterampilan Digital

 

Salah satu aspirasi menarik datang dari Elsya Putri Natalia Saputro, santri Pondok Pesantren Adz-Dzikra yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Cordoba Banyuwangi.

 

Ia mendorong pemerintah daerah menghadirkan pendampingan dan pelatihan keterampilan digital bagi santri. Menurutnya, kemampuan tersebut semakin penting untuk membuka peluang pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan diri di era modern.

 

Elsya menilai, anggapan bahwa santri tertinggal dalam penguasaan teknologi harus dijawab melalui kesempatan belajar yang memadai.

 

Pesan yang disampaikan cukup jelas: santri tidak hanya perlu dibekali ilmu agama, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman agar mampu bersaing dan berkontribusi di tengah masyarakat.

 

Sound Horeg Disorot, Aturan Diminta Jelas

 

Persoalan lain yang mengemuka adalah fenomena sound horeg yang belakangan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

 

M. Ibrahim Al Hafidi meminta adanya ketentuan hukum dan aturan yang jelas agar aktivitas tersebut tidak menimbulkan gangguan sosial. Di sisi lain, ia berharap fenomena itu tetap dapat dikelola sebagai hiburan yang mendidik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Aspirasi ini menunjukkan bahwa kalangan santri juga menaruh perhatian terhadap persoalan sosial yang berkembang di lingkungannya. Mereka mendorong adanya keseimbangan antara ruang hiburan, ketertiban masyarakat, dan peluang ekonomi warga.

 

Bullying di Pesantren Jadi Perhatian Serius

 

Tak kalah penting, forum tersebut turut menyoroti pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan pondok pesantren.

 

Salah satu aspirasi yang disampaikan menekankan pentingnya peran kiai sebagai figur pengayom, sekaligus pendamping kamar yang mampu membangun kedekatan emosional dengan para santri.

 

Lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang aman, nyaman, dan memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak yang tinggal jauh dari keluarga.

 

Perhatian, keteladanan, serta pendampingan yang baik dinilai dapat membantu mencegah perilaku perundungan. Meski demikian, pencegahan bullying juga membutuhkan aturan yang tegas, pengawasan yang efektif, serta mekanisme pengaduan yang aman bagi korban.

 

Aspirasi tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan santri harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan pembentukan akhlak.

 

Bukan Sekadar Mendengar, Aspirasi Dituntut Berbuah Kebijakan

 

Ipuk menegaskan, pelibatan masyarakat merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi agar program pembangunan tidak berjalan sepihak. Pemerintah daerah juga rutin menggelar forum Rembug Lansia, Rembug Anak, Rembug Disabilitas, dan Rembug Perempuan untuk menjaring kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.

 

Seluruh rekomendasi yang muncul dalam forum-forum tersebut, menurut Ipuk, akan menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan daerah.

 

Rembug Santri pun menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Endi Fadlullah dari Ponpes Bustanul Makmur, Ning Atina Balqis Iskandar dari Ponpes Darussalam Blokagung, serta Ustadz Ghifari Miqdad Al-Ghifari dari Ponpes Daar Al Ihsan Mabadiul Ihsan Karangdoro.

 

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan yang disampaikan para santri tidak berhenti sebagai catatan diskusi. Pelatihan digital, penguatan perlindungan santri, serta penyusunan aturan yang jelas atas persoalan sosial membutuhkan tindak lanjut yang terukur.

 

Sebab, ketika santri telah diberi ruang untuk bersuara, langkah selanjutnya adalah memastikan suara itu didengar, ditindaklanjuti, dan membawa perubahan nyata bagi masa depan generasi pesantren di Banyuwangi.(silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">