Cuaca
Memuat cuaca...
Hukum & Kriminal

NADI Institut Kecam Insiden Berdarah di Tiro Pidie, Fikki Fasya: Jangan Cederai Perdamaian Aceh yang Telah Berjalan 21 Tahun

NADI Institut Kecam Insiden Berdarah di Tiro Pidie, Fikki Fasya: Jangan Cederai Perdamaian Aceh yang Telah Berjalan 21 Tahun
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANDA ACEH – NADI Institut menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga dalam insiden kericuhan saat pelaksanaan Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026).

Gempur rokok

 

NADI Institut mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari kalangan masyarakat. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan yang harus diusut secara serius dan tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan hukum.

 

Sekretaris Jenderal NADI Institut, Fikki Fasya, mengatakan bahwa hilangnya nyawa warga dalam peristiwa tersebut merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya pemerintah dan aparat penegak hukum.

 

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat. Tidak ada persoalan apa pun yang dapat membenarkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil," ujar Fikki Fasya dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

 

Menurut Fikki, insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa. Aparat penegak hukum harus segera melakukan investigasi secara transparan, independen, dan menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian, penyebab jatuhnya korban, serta pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.

 

Ia juga meminta institusi terkait memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak berkembang spekulasi dan ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum.

 

Lebih lanjut, Fikki mengingatkan bahwa Aceh telah melewati 21 tahun perjalanan perdamaian sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Perdamaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan pengorbanan besar rakyat Aceh setelah puluhan tahun dilanda konflik.

 

"Jangan cederai perdamaian Aceh yang telah kita rawat selama 21 tahun. Perdamaian bukan sekadar berhentinya konflik bersenjata, tetapi juga harus menghadirkan rasa aman, keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan perlindungan bagi seluruh masyarakat," tegasnya.

 

Ia menilai, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat Aceh harus diselesaikan melalui dialog, komunikasi yang terbuka, serta pendekatan hukum yang berkeadilan. Pendekatan kekerasan justru berpotensi memperlebar jarak antara masyarakat dan institusi negara.

 

NADI Institut mendesak agar kasus tersebut diusut hingga tuntas dan siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan perundang-undangan.

 

Fikki juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menjaga situasi agar tetap kondusif. Namun, ia menegaskan bahwa menjaga kondusivitas tidak boleh dimaknai sebagai upaya mengabaikan tuntutan masyarakat terhadap kebenaran dan keadilan.

 

"Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada rakyat. Jangan sampai masyarakat justru merasa takut di tengah negara yang seharusnya menjamin keselamatan mereka. Kebenaran harus diungkap, keadilan harus ditegakkan, dan perdamaian Aceh harus tetap dijaga," tutup Fikki Fasya.

 

FIKKI FASYA

Sekretaris Jenderal NADI Institut

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">