Cuaca
Memuat cuaca...
Hukum & Kriminal

Heboh! Kualitas Pangan MBG Diragukan! Ulat Nangkring di Menu Makan Siang Pelajar SMP, Bukti Lemahnya Pengawasan Dapur SPPG 

Heboh! Kualitas Pangan MBG Diragukan! Ulat Nangkring di Menu Makan Siang Pelajar SMP, Bukti Lemahnya Pengawasan Dapur SPPG 
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM | LUMAJANG – 

Gempur rokok

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Lumajang mendadak gempar. Pasalnya, ditemukan ulat pada menu makanan MBG yang dibagikan kepada siswa salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Sukodono, Selasa (27/10/2026).

 

​Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh para siswa saat hendak menyantap menu makan siang di dalam ruang kelas. Temuan ini pun langsung membuat suasana kelas riuh dan memicu kekhawatiran di kalangan penerima manfaat.

 

Adanya ulat dalam menu makanan itu pun memunculkan perhatian terhadap kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan yang disajikan kepada para pelajar melalui program MBG.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dawuan Lor, wilayah Bumi Moro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

 

Saat hendak dikonfirmasi, kepala sekolah yang bersangkutan diketahui sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah sehingga belum dapat memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.

 

Sementara itu, Kepala SPPG Dawuan Lor belum memberikan komentar terkait informasi tersebut. Pihaknya menyampaikan belum menerima laporan dari kepala sekolah maupun guru setempat mengenai dugaan temuan ulat dalam menu MBG yang dibagikan kepada siswa.

 

Kendati demikian, tanggapan datang dari Irgi selaku Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Dawuan Lor. Ketika dikonfirmasi, Irgi membenarkan bahwa porsi menu MBG yang dibagikan kepada para siswa di sekolah tersebut memang diproduksi dan disalurkan dari SPPG tempatnya bertugas.

 

jadi untuk ulatnya, memang dari selada, selada ini sudah dicuci dua kali dan sudah direndam dengan garam. Lah, waktu itu mungkin masih ada yang di sela-sela daunnya itu masih ada ulatnya. Jadi, kita juga keterbatasan untuk memilah atau memilih. Karena juga kita kan sudah memilah-milah, waktu itu mungkin ada yang masih keselip di salah satu selipan di daun seladanya gitu.

Mungkin SPG lain juga sama gitu."

 

Selanjutnya, mungkin buat bahan evaluasi kedepannya gimana, mungkin bisa tiga kali empat kali atau enggak usah pakai selada lagi ke depannya mungkin." Jelas irgi. 

 

 

Meski demikian, penyebab munculnya ulat dalam makanan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap sampel makanan, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga pendistribusian diperlukan untuk memastikan sumber permasalahan.

 

Hisbullah Huda, SH. MH. C.Med. C.PS. selaku divisi hukum FORJI ( Forum Jurnalis Independen) menegaskan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program MBG, terlebih makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak di lingkungan sekolah.

 

Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik harus disertai pengawasan ketat terhadap kualitas bahan makanan, kebersihan proses produksi, serta kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

 

Apabila dugaan temuan ulat tersebut terbukti, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya sekaligus mencegah kejadian serupa terulang, " Ungkap Hisbullah. 

 

Pemeriksaan juga penting untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dalam proses penyiapan maupun distribusi makanan.

 

Di sisi lain, pihak penyelenggara perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan agar persoalan ini dapat diketahui secara objektif.

 

Dugaan temuan ulat dalam menu MBG di SMP Sukodono menjadi pengingat bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas dan keamanan pangan yang diterima para siswa.

 

Pihak sekolah, pengelola SPPG, serta instansi terkait diharapkan segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti informasi tersebut. Jika ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, langkah pengamanan harus segera dilakukan demi melindungi kesehatan peserta didik.

 

Hingga berita ini disusun, keterangan lebih lanjut dari kepala sekolah dan Kepala SPPG Dawuan Lor masih diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, kondisi makanan, serta tindak lanjut yang akan dilakukan.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM akan terus berupaya menghimpun keterangan dari pihak-pihak terkait guna menyajikan informasi yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

( uzi )

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">