Seuramoe Heritage Gelar Field Trip Sejarah, Angkat Manuskrip Aceh sebagai Bukti Peradaban Intelektual Masa Lalu
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.
RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANDA ACEH – Komunitas Seuramoe Heritage telah menggelar kegiatan Field Trip Sejarah dengan mengangkat tema “Manuskrip Aceh: Bukti Ilmiah Peradaban Intelektual Masa Lalu”, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut bertempat di Rumah Manuskrip Aceh, Desa Masen Kaye Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.




Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan, merawat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan sejarah dan warisan intelektual Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan mengenal lebih dekat berbagai manuskrip kuno Aceh yang menjadi bukti perjalanan panjang tradisi keilmuan, kebudayaan, dan peradaban masyarakat Aceh pada masa lalu.




Ketua Komunitas Seuramoe Heritage, Teuku Wahidul Qahar, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya mengenal sejarah Aceh melalui cerita lisan, tetapi juga memahami sumber-sumber sejarah tertulis yang menyimpan pengetahuan dan pemikiran para intelektual Aceh terdahulu.
Manuskrip Aceh memiliki nilai penting dalam merekam perkembangan ilmu pengetahuan, tradisi keagamaan, pemikiran, serta kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan manuskrip perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya kalangan generasi muda.




Melalui Field Trip Sejarah ini, Seuramoe Heritage berharap warisan intelektual Aceh tidak sekadar menjadi koleksi masa lalu, melainkan menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi generasi masa kini dalam merawat identitas, sejarah, dan kebudayaan Aceh, ujarnya.
Sementara itu, Tarmizi Abdul Hamid selaku Pendiri Rumoh Manuskrip Aceh mengatakan bahwa manuskrip kuno Aceh merupakan salah satu bukti penting yang menunjukkan tingginya tradisi keilmuan dan peradaban masyarakat Aceh pada masa lampau.




Menurutnya, manuskrip bukan sekadar lembaran kertas tua, melainkan warisan intelektual yang menyimpan berbagai pengetahuan, pemikiran, dan perjalanan sejarah bangsa Aceh.
Ia menjelaskan bahwa melalui manuskrip, generasi sekarang dapat mengetahui bagaimana para ulama dan intelektual Aceh terdahulu mengembangkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari keagamaan, pendidikan, kebudayaan, hingga ilmu pengetahuan lainnya.




Lebih lanjut, Tarmizi juga menilai bahwa upaya memperkenalkan manuskrip kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan identitas masyarakat Aceh.
Menurutnya, generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk melihat, mengenal, serta memahami secara langsung peninggalan tertulis yang diwariskan oleh para pendahulu.




Ia berharap kegiatan Field Trip Sejarah yang digagas Seuramoe Heritage dapat menjadi ruang edukasi sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan sejarah Aceh.
Dengan demikian, manuskrip kuno tidak hanya tersimpan sebagai benda koleksi, tetapi juga dapat terus dipelajari, diteliti, dan menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan generasi mendatang.
Sumber: Tim Humas Seuramoe Heritage, Rizki El Sinki.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati