Cuaca
Memuat cuaca...
Peristiwa

Hujan Ekstrem Mulai Mengancam Banyuwangi! Sungai Meluap, Tebing Longsor, BPBD Siagakan Pasukan Bencana

Hujan Ekstrem Mulai Mengancam Banyuwangi! Sungai Meluap, Tebing Longsor, BPBD Siagakan Pasukan Bencana
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | BANYUWANGI – Ancaman bencana hidrometeorologi mulai membayangi Kabupaten Banyuwangi. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah memicu peningkatan debit sungai, luapan air hingga longsornya struktur penyangga jalan. Menghadapi potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bergerak memperkuat kesiapsiagaan di kawasan rawan.

Gempur rokok

 

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar aliran sungai, kawasan perbukitan, serta wilayah dengan kontur tanah labil.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengungkapkan bahwa berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Banyuwangi masih berada dalam periode musim kemarau. Namun, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sejumlah wilayah dan berpotensi memicu bencana.

 

Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari (2/11/2026) menjadi bukti bahwa kewaspadaan tidak boleh diturunkan.

 

Hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu, terutama Kecamatan Licin dan Songgon, menyebabkan debit air sungai meningkat. Bahkan, sejumlah titik dilaporkan mengalami luapan air yang berdampak terhadap lingkungan dan infrastruktur warga.

 

“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi dan asesmen di sejumlah titik terdampak. Ada beberapa lokasi yang menjadi atensi, yakni Dusun Simacan Kecamatan Licin, Kecamatan Songgon, dan Singojuruh,” ujar Partana.

 

Tebing Longsor, Kandang Kambing Hanyut

 

Dampak hujan lebat mulai terlihat di sejumlah kawasan. Di Dusun Simacan, Kecamatan Licin, struktur penyangga jalan paving yang berada di tepi tebing mengalami longsor sepanjang kurang lebih 25 meter.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius BPBD karena berpotensi mengancam kestabilan infrastruktur di sekitarnya. Tim telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

 

Sementara itu, derasnya aliran Sungai Badeng di Kecamatan Songgon mengakibatkan satu bangunan kandang kambing hanyut terbawa arus.

 

Ancaman luapan sungai juga terjadi di wilayah Singojuruh. Di Sungai Alasmalang, debit air sempat meningkat drastis hingga hampir menyentuh bagian bawah jembatan sekitar pukul 04.00 WIB.

 

Air bahkan sempat meluber ke kawasan permukiman dan membawa material lumpur ke sejumlah gang di jalan kampung.

 

Meski demikian, BPBD memastikan kondisi aliran sungai saat ini telah kembali normal. Namun, masyarakat tetap diminta tidak lengah mengingat hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi.

 

BPBD Perkuat Pasukan Kesiapsiagaan, TNI-Polri hingga Desa Dilibatkan

 

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan, Pemkab Banyuwangi memperkuat koordinasi lintas sektor dengan membentuk tim kesiapsiagaan bencana.

 

Tim tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga pengaturan jalur evakuasi.

 

Kekuatan penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga TNI dan Polri.

 

“Tim ini melibatkan banyak unsur, mulai OPD terkait di lingkungan Pemkab Banyuwangi, kecamatan, desa, hingga TNI/Polri,” jelas Partana.

 

Tak hanya mengandalkan kesiapan personel, BPBD juga memperkuat mitigasi berbasis masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

 

Hingga saat ini, Banyuwangi telah memiliki 43 desa/kelurahan tanggap bencana. Keberadaan Destana diharapkan mampu mempercepat respons ketika bencana terjadi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

 

Berbagai perlengkapan dan peralatan penanggulangan bencana juga disiagakan agar tim dapat segera bergerak ketika dibutuhkan.

 

Normalisasi Sungai Jadi Benteng Mitigasi

 

Selain memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan, Pemkab Banyuwangi juga melakukan langkah mitigasi melalui normalisasi sungai di sejumlah wilayah.

 

Salah satu upaya tersebut dilakukan di Sungai Gonggo, Kecamatan Pesanggaran, yang sebelumnya kerap meluap dan menyebabkan banjir di kawasan sekitarnya.

 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu dan meningkatkan debit aliran sungai.

 

Di tengah ancaman cuaca ekstrem, BPBD Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, luapan sungai, dan tanah longsor.

 

Warga diminta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat maupun BPBD.

 

“Jangan menunggu bencana terjadi. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat hujan berintensitas tinggi,” pungkas Partana.

 

Kesiapsiagaan menjadi kunci. Sebab, di tengah cuaca yang sulit diprediksi, langkah cepat dan kewaspadaan masyarakat dapat menjadi penentu keselamatan jiwa. (silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">