Cuaca
Memuat cuaca...
Hukum & Kriminal

Agus Andrianto Tak Tinggal Diam! Kemenimipas Salurkan 350 Tangki Air Bersih, Bantuan Sembako dan Sumur Bor

Agus Andrianto Tak Tinggal Diam! Kemenimipas Salurkan 350 Tangki Air Bersih, Bantuan Sembako dan Sumur Bor
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Radar Blambangan dengan traktir.

 

RADARBLAMBANGANNEWS.COM, | TANGERANG – Ketika kabut asap mengancam kesehatan keluarga pegawai dan kekeringan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bergerak membawa kepedulian. Melalui program Imipas Peduli, bantuan kemanusiaan digulirkan ke sejumlah wilayah terdampak di Indonesia, mulai dari masker, obat-obatan, santunan, air bersih, sembako, hingga pembangunan sumur bor.

Gempur rokok

 

Tak hanya mengandalkan anggaran dan program institusi, solidaritas keluarga besar Kemenimipas juga berhasil menghimpun donasi sebesar Rp300 juta untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

 

Aksi kepedulian tersebut mengemuka dalam Kick Off Peringatan Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), Tangerang, Rabu (28/10/2026).

 

Di tengah momentum peringatan Hari Bakti, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa pengabdian institusi tidak boleh berhenti pada pelayanan administratif. Ketika masyarakat menghadapi bencana dan kesulitan, kehadiran negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

 

KABUT ASAP TIGA BULAN, ANAK-ANAK TERKENA ISPA! AGUS ANDRIANTO LANGSUNG BERIKAN PERHATIAN

 

Kepedulian Menteri Agus terlihat ketika dirinya berdialog secara virtual dengan jajaran kantor wilayah dan perwakilan penerima bantuan di daerah terdampak.

 

Dalam dialog tersebut, ia mendengarkan langsung laporan mengenai kondisi pegawai dan keluarga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

 

Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah, Budiman Hadiwasito, mengungkapkan bahwa kabut asap telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Dampaknya bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai mengancam kesehatan keluarga pegawai.

 

Bahkan, dua anak dari keluarga pegawai dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

 

“Di Kalimantan Tengah ini sudah tiga bulan kami mengalami musibah kabut asap, Bapak. Jadi terdampak, sudah dua orang yang terdampak. Yang pertama adalah keluarga dari Bapak Edi Rangga, di mana kedua anaknya yang berumur dua dan delapan tahun mengalami ISPA,” ujar Budiman.

 

Laporan tersebut menjadi perhatian serius Menteri Agus. Ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami keluarga pegawai, terutama anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

 

Menteri Agus meminta agar anak-anak tersebut mendapatkan penanganan medis yang memadai. Ia juga membuka peluang koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara apabila dibutuhkan perawatan lebih lanjut.

 

Tak berhenti pada penanganan kesehatan, Menteri Agus turut meminta jajarannya mendata kembali kebutuhan masker di wilayah terdampak agar bantuan tambahan dapat disalurkan sesuai kondisi di lapangan.

 

Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa program Imipas Peduli tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya memastikan kebutuhan mendesak para penerima benar-benar diperhatikan.

 

350 TANGKI AIR BERSIH DIGELONTORKAN, BLORA JADI SALAH SATU SASARAN UTAMA

 

Di sisi lain, persoalan kekeringan juga menjadi perhatian serius Kemenimipas. Ketika sejumlah wilayah mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, bantuan pun digulirkan untuk meringankan beban masyarakat.

 

Kemenimipas menyalurkan 150 tangki air bersih ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan 200 tangki air bersih ke Jawa Tengah.

 

Di Jawa Tengah, bantuan juga mencakup 200 paket sembako, masing-masing 100 paket untuk masyarakat di Cilacap dan Blora. Selain itu, pembangunan sumur bor di Blora dilakukan untuk mendukung ketersediaan air bersih secara lebih berkelanjutan.

 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono, mengungkapkan bahwa Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah.

 

Kondisi tersebut membuat masyarakat membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

 

“Kecamatan Jati merupakan salah satu kecamatan yang paling terdampak kekeringan. Kami menyalurkan 100 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Haryono.

 

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses air bersih.

 

Namun, Menteri Agus menegaskan bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan mengirimkan air menggunakan tangki. Diperlukan langkah yang lebih permanen agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan darurat.

 

Dalam dialog tersebut, Menteri Agus menanyakan kecukupan bantuan yang telah disalurkan dan membuka kemungkinan penambahan bantuan apabila kebutuhan masyarakat masih belum terpenuhi.

 

Ia juga meminta jajarannya menghitung kebutuhan pembangunan jaringan pipa air untuk menjangkau wilayah yang masih mengalami kekeringan.

 

Upaya ini diharapkan mampu memperluas akses air bersih sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang setiap tahun menghadapi persoalan serupa.

 

DONASI Rp300 JUTA, SOLIDARITAS KELUARGA BESAR KEMENIMIPAS MENGUAT

 

Di balik berbagai aksi kemanusiaan tersebut, terdapat semangat solidaritas yang tumbuh di lingkungan Kemenimipas.

 

Pegawai Kemenimipas berhasil menghimpun donasi sebesar Rp300 juta untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.

 

Penghimpunan donasi tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan bersama seluruh jajaran.

 

Bantuan yang disalurkan melalui program Imipas Peduli mencakup berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari penanganan dampak kabut asap hingga penyediaan air bersih bagi wilayah yang dilanda kekeringan.

 

Dengan pendekatan tersebut, Kemenimipas berupaya menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

 

HARI BAKTI BUKAN SEKADAR SEREMONI, PENGABDIAN HARUS MENYENTUH RAKYAT

 

Rangkaian bantuan kemanusiaan dalam momentum Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 menjadi gambaran bahwa transformasi kelembagaan harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

 

Bagi masyarakat yang terdampak karhutla, bantuan masker dan obat-obatan menjadi kebutuhan mendesak. Bagi warga yang menghadapi kekeringan, air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang tidak bisa ditunda.

 

Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Kemenimipas melalui program Imipas Peduli menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan membantu masyarakat menghadapi situasi sulit.

 

Menteri Agus Andrianto pun menegaskan pentingnya memastikan bantuan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, sekaligus mendorong solusi yang lebih berkelanjutan.

 

Hari Bakti ke-2 Kemenimipas bukan sekadar perayaan usia institusi. Ini adalah momentum membuktikan bahwa pengabdian sejati hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, dan kepedulian negara harus dirasakan hingga ke pelosok negeri. (Silvi) 

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Radar Blambangan dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Radar Blambangan namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Radar Blambangan.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

">